Lonjakan Mobil Listrik Makin Masif, Hankook Ingatkan Pentingnya Ban Tepat di Musim Hujan

Panji Nugraha - Jumat, 27 Februari 2026 | 14:07 WIB

Ilustrasi ban mobil listrik saat melibas jalan saat hujan

GridOto.com - Tren kendaraan listrik di Tanah Air terus menanjak signifikan sepanjang 2025 dengan pertumbuhan pasar yang disebut mencapai sekitar 49 persen, melampaui rata-rata peningkatan di kawasan Asia Tenggara.

Kenaikan ini menandakan perubahan preferensi konsumen sekaligus menghadirkan tantangan baru terkait kesiapan komponen pendukung kendaraan, terutama ban yang harus mampu mengimbangi karakter mobil listrik yang berbobot lebih berat dan memiliki torsi instan.

Karakter tersebut membuat stabilitas dan daya cengkeram ban menjadi faktor krusial, terlebih ketika kendaraan melaju di permukaan jalan basah saat intensitas hujan masih tinggi.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, potensi hujan diperkirakan masih terjadi hingga awal Maret meski secara umum tren curah hujan berangsur menurun, namun hujan lebat lokal tetap perlu diwaspadai.

Situasi ini berisiko menimbulkan genangan, jalan licin, hingga kerusakan aspal di sejumlah titik yang secara langsung dapat memengaruhi keselamatan pengguna mobil listrik.

Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), Edo Rusyanto, menilai faktor cuaca khususnya hujan memang menjadi aspek penting yang tak boleh diabaikan dalam keselamatan berkendara.

“Data Korlantas Polri yang kami peroleh pada tahun 2025 memperlihatkan bahwa kecelakaan dalam kondisi hujan sebanyak 3.715 kasus atau 2,4 persen dari total kejadian, sedangkan ketika berawan atau mendung sebanyak 2.878 kasus atau sekitar 1,86 persen,” tambah Edo Rusyanto.

Ia juga menegaskan bahwa rata-rata terdapat sekitar 10 insiden kecelakaan lalu lintas per hari saat hujan turun, sehingga kewaspadaan ekstra mutlak diperlukan.

Istimewa
Ban Hankook iON didesain untuk kendaraan elektrifikasi

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal Jarak Aman, Harso Kurniawan, mengingatkan pentingnya kondisi ban yang prima demi meminimalkan risiko aquaplaning di jalan basah.

YANG LAINNYA