SUV listrik bongsor ini tampil dengan desain tegas dan teknologi yang menyasar kebutuhan mobilitas masa kini.
Sementara PV5 jadi gambaran arah pengembangan kendaraan listrik Kia ke depan, sekaligus mengukur respons publik terhadap model berbasis elektrifikasi masa depan.
Menurut Randy, capaian di IIMS 2026 bukan cuma soal angka penjualan semata, melainkan juga soal perubahan persepsi konsumen setelah melihat dan mencoba langsung produknya.
“Buat kami, angka itu penting, tapi yang lebih penting adalah pola yang kami lihat. Orang datang dengan ekspektasi tertentu. Setelah mencoba, ekspektasinya berubah jadi keyakinan. Itu yang membuat kami optimistis. Artinya fondasinya sudah ada, tinggal bagaimana kami konsisten menjaga kualitas produk dan layanan setelah pameran selesai,” tutup Randy.
Dengan hasil ini, langkah awal Kia di 2026 terbilang cukup menjanjikan.
Tinggal pembuktiannya, apakah tren positif ini bisa terus berlanjut di luar arena pameran.