Motor Bebek Kalcer PG-1 Segera Masuk Tanah Air? Ini Kata Yamaha Indonesia

Naufal Shafly - Rabu, 25 Februari 2026 | 18:30 WIB

versi terbaru Yamaha PG-1 pakai rim pelek warna hitam

GridOto.com – Nama Yamaha PG-1 belakangan ramai dibicarakan pecinta roda dua Tanah Air.

Moped bergaya unik yang lebih dulu meluncur di Malaysia itu dianggap punya desain “kalcer” dan beda dari bebek kebanyakan, sehingga banyak warganet berharap motor ini ikut dipasarkan di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) angkat suara.

Manager Public Relation, YRA & Community YIMM, Rifki Maulana, menjelaskan bahwa popularitas PG-1 memang tak lepas dari karakter pasar di negara-negara tertentu.

“PG-1 sendiri kan sebenarnya memang cukup hype ya di negara-negara yang market moped (bebek) masih tinggi, mungkin rekan-rekan jurnalis juga tahu kan market moped di Indonesia seperti apa,” ujar Rifki di Bandung beberapa waktu lalu.

Rendahnya pasar moped di Indonesia membuat Yamaha kini lebih berfokus menggarap segmen matic, yang punya pasar sangat besar di Tanah Air.

“Dari sisi poin seperti itu, secara bisnis kita merasa bahwa produk yang kita punya sekarang itu masih cukup untuk menjawab kebutuhan dari masyarakat,” lanjutnya.

Soal permintaan dari komunitas atau warganet yang ramai di media sosial agar PG-1 masuk Indonesia, Rifki mengakui fenomena tersebut memang ada.

Namun, keputusan menghadirkan model baru tak sesederhana melihat respons di dunia maya.

Baca Juga: Yamaha Luncurkan Versi Baru Bebek Trail PG-1, Lebih Aman dan Canggih

“Kalau saya sih belum tahu detail ya tentang study, tapi memang kalau melihat di sosial media, contoh seperti itu (masyarakat yang meminta model tertentu dijual di Indonesia) memang banyak ya,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa YIMM berstatus sebagai manufaktur, sehingga setiap produk yang dipasarkan perlu melalui perhitungan matang, termasuk strategi investasi dan produksi.

“YIMM itu kan sebuah tipe manufaktur ya. Untuk memproduksi suatu model kita perlu memiliki strategi juga dalam investment, bukan yang seperti importir umum (IU)," tegas Rifki.

Ia pun memastikan bahwa PG-1 belum akan masuk ke Indonesia dalam waktu dekat.

"Kami rasa ya memang untuk PG-1 saat ini belum bisa dimasukkan,” tegas Rifki.

YANG LAINNYA