GridOto.com - Pemerintah hingga kini belum memberikan kejelasan terkait nasib insentif kendaraan listrik di tahun ini.
Salah satu dampaknya, beberapa pabrikan harus menyesuaikan harga produk kendaraan listrik mereka, lantaran tak ada lagi subsidi dari pemerintah.
Salah satu pabrikan yang mengonfirmasi melakukan penyesuaian harga terhadap produk mereka adalah Chery.
"Kami sudah melakukan penyesuaian harga di awal bulan Februari untuk mengantisipasi. Jadi harga ini (di IIMS 2026) sudah disesuaikan," ujar Budi Darmawan, Vice Country Director PT Chery Sales Indonesia (CSI), di IIMS, Kamis (5/2/2026).
Budi menambahkan, kenaikan harga mobil listrik bervariasi tergantung dari masing-masing model.
Ia mencontohkan, Chery E5 yang mengalami kenaikkan harga Rp 10 juta.
Sebagai gambaran, harga awal Chery E5 Pure adalah Rp 369,9 juta on the road (OTR) Jakarta, saat ini model tersebut dijual Rp 379,9 juta OTR Jakarta.
Namun, Ia tak mau merinci kenaikan harga model lainnya ataupun persentase penyesuaian banderolnya.
"Kenaikannya berbeda-beda, tergantung modelnya, karena setiap model strateginya kan berbeda-beda, kami harus melihat kompetitor seperti apa," paparnya.
Baca Juga: Insentif Belum Jelas, Begini Prediksi Chery Soal Market Otomotif di 2026
Meski begitu, Budi mengionfirmasi seluruh lini produk mobil listrik Chery naik di awal Februari 2026.
Terkait belum jelasnya insentif pemerintah tahun ini, secara umum Budi berpendapat market otomotif 2026 akan mirip seperti pencapaian 2025.
“Pagi tadi (pembukaan IIMS, 5 Februari 2026), pak Menteri (Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian RI) juga sudah menyampaikan prediksinya, mungkin pasar akan maintain seperti tahun 2025, di kisaran 850 ribuan unit,” ujar Budi di sela-sela IIMS, Kamis (5/2/2026).
Dengan kondisi pasar yang diperkirakan tidak tumbuh agresif, Chery menyebut fokus pabrikan saat ini adalah memaksimalkan peluang yang ada.
“Target kami sebanyak-banyaknya,” kata Budi.