GridOto.com – Pasar otomotif nasional, khususnya di segmen mobil baru, masih menghadapi tekanan sejak 2024.
Perlambatan daya beli, dinamika ekonomi, hingga ketidakpastian kebijakan pemerintah membuat pertumbuhan pasar belum sepenuhnya pulih.
Lantas, bagaimana prediksi pasar mobil baru di tahun ini menurut pelaku industri?
Menurut Vice Country Director Chery Business Unit PT Chery Sales Indonesia (CSI), Budi Darmawan, hingga saat ini arah pasar masih sulit diprediksi secara pasti.
Namun, Ia berpendapat, market otomotif 2026 akan mirip seperti pencapaian 2025.
“Pagi tadi (pembukaan IIMS, 5 Februari 2026), pak Menteri (Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian RI) juga sudah menyampaikan prediksinya, mungkin pasar akan maintain seperti tahun 2025, di kisaran 850 ribuan unit,” ujar Budi di sela-sela IIMS, Kamis (5/2/2026).
Dengan kondisi pasar yang diperkirakan tidak tumbuh agresif, Chery menyebut fokus pabrikan saat ini adalah memaksimalkan peluang yang ada.
“Target kami sebanyak-banyaknya,” kata Budi.
Adapun salah satu strategi pabrikan asal China tersebut adalah menghadirkan produk-produk dengan harga kompetitif di Tanah Air.
Baca Juga: Harga Chery C5 CSH Diungkap di IIMS 2026, Segini Banderol Tipe Termurahnya
Dalam beberapa waktu terakhir, Chery mulai banyak meluncurkan produk hybrid di Indonesia.
Terbaru, Chery meluncurkan C5 CSH di ajang IIMS 2026, dengan banderol Rp 399,9 juta on the road (OTR) Jakarta.
Budi menilai, segmen hybrid di tahun ini kemungkinan besar akan tumbuh secara signifikan.
Chery sendiri berencana merebut setidaknya 40 persen market share di segmen hybrid Tanah Air.
"Kalau dari sisi kami, kami menargetkan minimal 40 persen dari total penjualan merupakan kontribusi dari hybrid," paparnya.