Jarang Ganti Oli CVT, Ini Dampaknya ke Kenyamanan Berkendara

Fahmy Fauzy Muhammad - Jumat, 30 Januari 2026 | 11:00 WIB

Oli Transmisi Mobil

GridOto.com- Kenyamanan berkendara motor matik atau mobil bertransmisi CVT sangat dipengaruhi oleh kondisi oli CVT yang kerap disepelekan pemilik kendaraan.

Banyak pengguna baru menyadari masalah saat tarikan mulai terasa berat, muncul getaran, atau suara kasar dari area transmisi.

Padahal, oli CVT berperan penting melumasi komponen agar penyaluran tenaga tetap halus dan responsif.

Menurut Dody Priatna, pemilik bengkel Laris Matic di Ciracas, Jakarta Timur, jarang ganti oli CVT menjadi penyebab utama keluhan tersebut.

“Oli CVT yang sudah kotor bikin gesekan meningkat, akhirnya tarikan jadi berat dan nggak nyaman,” ujar Dody

Bak karter oli transmisi matic Toyota Kijang Innova

Baca Juga: Oli Transmisi Matik Mobil Rembes, Begini Solusi untuk Mengatasinya

Salah satu dampak paling terasa adalah akselerasi yang lemot, terutama saat motor atau mobil mulai bergerak dari kondisi diam.

Pelumasan yang tidak optimal membuat komponen CVT bekerja lebih keras sehingga respons gas terasa tertahan.

Selain itu, suara dengung atau kasar juga sering muncul akibat oli yang sudah kehilangan daya redamnya.

“Kalau sudah muncul suara kasar, itu tanda oli nggak lagi melindungi komponen dengan baik,” jelas Dody.

Getaran berlebih atau gredek saat akselerasi juga menjadi keluhan umum akibat CVT yang mulai selip.

Sabuk baja transmisi matik CVT mobil

Baca Juga: Pahami Gejala Sabuk Baja Transmisi CVT Mobil Honda Mulai Rusak

Kondisi tersebut membuat perpindahan tenaga tidak lagi mulus dan kendaraan terasa tersendat saat dipakai harian.

Jika terus dibiarkan, panas berlebih bisa muncul di area CVT dan memicu bau terbakar serta kerusakan di area seperti belt, dan komponen lainnya.

YANG LAINNYA