Pengguna Mobil Listrik Usia 50 Tahun ke Atas Meningkat di Jabodetabek

M. Adam Samudra - Jumat, 23 Januari 2026 | 21:30 WIB

Pengguna Mobil Listrik Usia 50 Tahun ke Atas Meningkat di Jabodetabek

“Kami pilih mobil listrik sebagai persiapan pensiun supaya biayanya lebih hemat,” ujarnya.

Menurut riset tersebut, motif ekonomi menjadi pendorong utama adopsi mobil listrik di kelompok usia 50 tahun ke atas.

Penghematan biaya operasional serta adanya insentif fiskal membuat kendaraan listrik dianggap lebih ramah bagi konsumen yang ingin menjaga stabilitas pengeluaran.

Faktor lingkungan tetap menjadi nilai tambah, namun bukan alasan utama.

Co-Founder dan Director ID COMM, Asti Putri, menjelaskan bahwa secara umum pemilik mobil listrik masih didominasi oleh kelompok early adopters.

Namun, terdapat karakteristik khusus pada konsumen usia 50 tahun ke atas.

“Pada umumnya, konsumen pemilik mobil listrik adalah para early adopters, yaitu orang-orang yang berani berinvestasi dan berkendara dengan teknologi baru. Khusus kelompok usia 50 tahun ke atas, ada faktor unik di mana mereka sadar kegiatan hariannya akan menurun, namun ingin tetap mempertahankan mobilitas dengan biaya relatif hemat,” kata Asti melalui keteranganya, Jum'at (23/1/2026).

Ia menambahkan bahwa meskipun kelompok usia ini perlu beradaptasi dengan berbagai fitur kendaraan listrik, hal tersebut tidak menjadi hambatan berarti.

Baca Juga: Polytron Konfirmasi Mobil Listrik Baru Meluncur Tahun Ini

“Justru hal inilah yang membuat mereka bangga karena bisa mengadopsi tren berkendara dengan cara berbeda,” ujarnya.

Meski demikian, tantangan dalam adopsi mobil listrik masih dirasakan oleh seluruh kelompok konsumen, termasuk pengguna usia 50 tahun ke atas.

Ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang belum merata, kekhawatiran terhadap jarak tempuh, serta layanan purna jual masih menjadi pertimbangan utama sebelum memutuskan beralih ke kendaraan listrik.

YANG LAINNYA