GridOto.com – NETA Auto Indonesia (NAI) memastikan tetap menjalankan bisnisnya di Indonesia.
Menurut Muhamad Irvan Mustofa, Marketing Head NAI sampai saat ini tidak ada penyataan Neta tutup.
"Prinsipal menegaskan tidak ada keputusan shutdown bisnis di Indonesia," tegas Muhamad Irvan Mustofa, Marketing Head NAI.
Irvan mengemukakan, perjalanan NETA tidak mudah untuk masuk ke industri otomotif nasional pada 2023.
"Dengan demikian gak mau dengan mudah pergi (menutup bisnis, red)," sebut Irvan.
Namun demikian diakui Irvan, saat ini NETA Indonesia terdampak dengan kondisi perusahaan induk, Hozon Auto.
"Semoga segera selesai proses tersebut dan kami bisa menata kembali bisnis ini," bilang Irvan.
Karenanya, terkait dengan hal di atas Irvan memastikan jaringan bengkel partner tetap melayani produk yang kini beredar, begitu juga dengan ketersediaan spare-part
"NETA terus menjaga after sales, kami juga melakukan penguatan jaringan bisnis menuju Q2 tahun ini," bilang Irvan.
Baca Juga: Nasib Neta di Indonesia, Perusahaan Akhirnya Beri Penjelasan
Untuk saat ini pihaknya tetap membuka penjualan.
"Kebanyakan pembelian fleet untuk ride hailing company. Sementara untuk pembelian retail akan kami hubungkan ke dealer lama yang masih memiliki stok," jelasnya.
Irvan berharap proses restrukturisasi yang sedang dijalani berjalan lancar dan tentu akan diikuti dengan pembaruan tampilan dan strategi Neta Indonesia.
Secara market sendiri pada tahun 2025 ini NETA membukukan penjualan retail sales sebanyak 406 unit dan wholesales sebanyak 657 unit.'
Angka ini terkoreksi sedikit dibanding tahun sebelumnya yakni untuk retail sale sebanyak 570 unit dan wholesales sebanyak 607 unit.