GridOto.com – Nasib Neta di Indonesia tengah menjadi perhatian, menyusul banyaknya dealer yang berhenti beroperasi.
Bukan cuma itu, sejumlah jajaran manajemen juga diketahui sudah berpindah ke merek otomotif lain.
Kondisi ini memicu pertanyaan soal kelanjutan bisnis mereka di Tanah Air.
Terkait situasi tersebut, Neta Indonesia akhirnya buka suara melalui pernyataan resmi pada Kamis (22/2026).
Dalam keterangan tersebut, Neta mengakui bahwa operasional bisnisnya di Indonesia terdampak proses restrukturisasi yang sedang dijalani perusahaan induknya, Hozon Auto, sejak 2025.
Neta menjelaskan bahwa restrukturisasi Hozon Auto berlangsung secara bertahap dan diklaim berjalan lancar serta tertib sesuai ketentuan yang berlaku.
Proses tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan 2026, yang kemudian akan diikuti dengan pembaruan tampilan dan strategi Neta Indonesia.
"Di tengah proses restrukturisasi global tersebut, Neta Indonesia menyatakan tetap fokus menjaga keberlangsungan bisnisnya di pasar otomotif nasional," tulis Neta Indonesia dalam keterangan resminya yang diunggah di akun Instagram @netaindonesia.
Namun, perusahaan juga tidak menampik adanya penyesuaian jaringan dealer maupun lini produk sepanjang 2026, seiring evaluasi strategi yang dilakukan.
Baca Juga: Canggih, Mobil Listrik NETA V-II Bisa Parkir Paralel Cepat dan Mudah Berkat Mode Canggih Ini
Untuk memastikan layanan kepada konsumen tetap berjalan, Neta Indonesia memperbarui jaringan layanan purna jual resminya.
Saat ini, layanan purna jual Neta didukung oleh mitra Otoklix dengan cakupan di berbagai kota di Indonesia, serta ANMA Mobil yang berlokasi di Cipondoh, Kota Tangerang.
Neta menyebut jaringan ini akan terus bertambah ke depannya.
Soal ketersediaan suku cadang dan garansi, merek mobil listrik asal China ini menegaskan stok suku cadang dalam kondisi aman dan seluruh kebijakan garansi tetap berjalan tanpa perubahan.
Melalui pernyataan tersebut, Neta berharap dapat memberikan kepastian kepada para pemilik kendaraan di Indonesia, di tengah perubahan besar yang tengah terjadi pada struktur bisnis global perusahaan.