Tak kalah penting, Oke juga menekankan agar kita ubisa mengelola empati saat kondisi hujan.
"Etika berkendara saat cuaca buruk adalah tentang empati. Kita harus sadar bahwa saat hujan, semua orang berada dalam posisi sulit," kata dia.
Lebih lanjut, Oke pun menjabarkan sejumlah hal yang harus dihindari jika tiba-tiba diguyur hujan saat berkendara.
Jangan Gunakan Lampu Hazard Saat Berjalan
Banyak pengendara yang salah kaprah dengan menyalakan lampu hazard saat menembus hujan.
Padahal, lampu hazard yang berkedip justru membingungkan pengendara di belakang karena mereka tidak akan tahu kapan kita akan berbelok atau berpindah jalur.
Gunakanlah lampu utama agar posisi kita tetap terlihat jelas oleh pengendara lain.
Jangan Berhenti Mendadak
Jika ingin memakai jas hujan, jangan langsung mengerem mendadak di pinggir jalan.
Kurangi kecepatan secara bertahap dan nyalakan lampu sein kiri jauh sebelum posisi berhenti agar kendaraan di belakang punya waktu untuk mengantisipasi.
Hindari Klakson Agresif
Hujan adalah saat di mana semua orang berada dalam posisi sulit.
Jika melihat pengendara lain goyah karena terpaan angin (crosswind), berilah ruang lebih luas daripada malah mengklakson mereka secara agresif.
Langkah Menepi yang Aman
Jika memang harus berhenti untuk memakai jas hujan, carilah lokasi yang memiliki kantong parkir luas seperti pelataran ruko, SPBU, atau halte yang cukup luas.
Pastikan motor berada di luar bahu jalan jika terpaksa berhenti di pinggir jalan.
"Jika langit sudah mendung, pakailah jas hujan sebelum hujan turun di tempat yang aman, bukan saat hujan sudah deras di tengah kemacetan. Jangan biarkan keinginan untuk berteduh justru mencelakai orang lain yang sedang berjuang menembus badai," tutupnya.