GridOto.com- Ketersediaan air bersih jadi kebutuhan paling mendasar masyarakat terdampak bencana Sumatera.
Terputusnya akses air bersih tidak hanya menghambat aktivitas harian.
Namun juga berpotensi memperpanjang risiko kesehatan dan sosial di tengah kondisi darurat.
PT Pertamina (Persero) sejak awal terjadinya bencana menyadari pentingnya kebutuhan air bersih.
Di Kabupaten Aceh Tamiang misalnya, dua pekan pascabencana, persoalan mendesak yang dihadapi warga adalah keterbatasan akses terhadap air bersih.
Sebagian besar sumber air warga tercemar lumpur, sehingga tak layak untuk konsumsi maupun kebutuhan sanitasi.
Melaluo Pertamina Peduli, mobil tangki Pertamina berkeliling dari rumah ke rumah.
Mobil ini menyalurkan air bersih yang kemudian ditampung warga menggunakan jerigen maupun ember.
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan, penyediaan air bersih menjadi salah satu prioritas utama Pertamina Peduli.
Sejak 4 Desember 2025 hinggaJumat (2/1), Pertamina telah menyalurkan sekitar 1,7 juta liter air bersih kepada warga Aceh Tamiang.
Distribusi dilakukan secara bergilir menggunakan 191 unit mobil tangki ke Wilayah Aceh Tamiang.
Baca Juga: Suplai BBM Pertamina Hidupkan Listrik Aktifkan Layanan Medis RSUD Aceh
Menurutnya, selain pendistribusian air bersih secara periodik selama masa transisi darurat, Pertamina juga secara bertahap melakukan pemulihan sumber air warga.
“Permasalahan air bersih masih dihadapi masyarakat, sehingga kami tidak hanya menyalurkan air, tetapi juga mengaktifkan kembali sumur-sumur warga agar akses air bersih dapat tersedia secara berkelanjutan,” tambahnya.
Yanti, warga Kebun Tanah Kerban, Kecamatan Karang Baru merasakan bantuan air bersih Pertamina ini.
Selama beberapa waktu, ia dan keluarganya terpaksa menggunakan air parit bercampur lumpur sebagai satu-satunya sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.
Sejak bantuan air bersih dari Pertamina Peduli tiba, Yanti dapat kembali mengakses air bersih yang didistribusikan secara rutin setiap dua hari sekali.
“Sangat membantulah air bersih ini. Air ini baru masuk sekitar dua minggu setelah kejadian, dan kami benar-benar terbantu,” ujar Yanti.
Berkolaborasi dengan Wanadri dan TNI, hingga saat ini Pertamina telah berhasil mereaktivasi 12 sumur di berbagai titik di Kabupaten Aceh Tamiang.
Ke-12 sumur itu meliputi Posko Pertamina Peduli di Kantor Disdukcapil Aceh Tamiang, Desa Seumadam, Desa Kejuruan Muda, Karang Baru, Desa Babo, Desa Bandar Pusaka, serta Kota Kualasimpang.
Selain bantuan air bersih, Pertamina Peduli juga menghadirkan Posko Medis yang bersiaga 24 jam untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak.
Posko Medis yang berlokasi di Simpang Kantor Disdukcapil Aceh Tamiang menjadi tumpuan warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan pascabencana.