Pada awal Januari lalu, perwakilan FIM menyatakan tidak ada alasan untuk khawatir terkait rencana penyelenggaraan GP Brasil sesuai jadwal.
Melansir media lokal Grandpremio, progres pengerjaan sirkuit saat ini telah mencapai 84 persen.
Sempat terjadi keterlambatan karena adanya sejumlah permintaan tambahan dari FIM dan Dorna.
Pekan lalu, FIM kembali melakukan inspeksi. Pemerintah Negara Bagian Goias melalui Sekretariat Olahraga dan Rekreasi (SEEL) menyebut hasil peninjauan tersebut mendapat respons positif.
“Delegasi FIM meninjau berbagai bagian sirkuit, mulai dari perubahan di lintasan seperti kerb dan area run-off, hingga aspek struktural seperti perluasan pit, penyesuaian paddock, pusat medis, dan ruang race direction,” tulis SEEL dalam pernyataan resminya.
SEEL juga menyebut FIM telah menyetujui penyesuaian struktural yang dilakukan Pemerintah Goias untuk pelaksanaan MotoGP Goias Grand Prix pada 20–22 Maret 2026.
Sebagai bagian dari tahap akhir homologasi, tes lintasan dijadwalkan berlangsung pada 28 Februari hingga 1 Maret.
Ajang ini akan digelar tertutup tanpa penonton dan menampilkan balapan motor 300 cc, 600 cc, dan 1.000 cc, dengan berbagai jarak lomba.
Baca Juga: Jelang Debut MotoGP, Toprak Cerita Soal Perubahan Gaya Berkendaranya di Jakarta
Tes tersebut akan melibatkan sebagian besar ofisial dan marshal yang nantinya bertugas saat MotoGP berlangsung. Bahkan, sejumlah petugas akan didatangkan dari Formula 1 GP Sao Paulo.
Jika GP Brasil benar-benar digelar pada 2026, publik tuan rumah akan memiliki pembalap untuk didukung di kelas utama.
Diogo Moreira dijadwalkan menjalani debut MotoGP bersama LCR Honda.
Moreira mencetak sejarah pada musim lalu setelah menjadi pembalap Brasil pertama yang menjuarai kejuaraan dunia, usai merebut gelar Moto2.
Selain itu, pembalap VR46 Ducati, Franco Morbidelli, juga memiliki darah Brasil, yang diyakini akan menambah antusiasme penggemar lokal.