Nah sekadar info Honda CB125 pertama kali diperkenalkan pada 1971 sebagai alternatif mesin 4-tak untuk menantang dominasi motor 2-tak 125 cc pada era tersebut.
Memasuki 1978, CB125S sudah mapan sebagai motor komuter dan motor latihan.
Mesinnya berkapasitas 124 cc, pendingin udara, SOHC satu silinder, dengan tenaga sekitar 13–14 dk, dipadukan transmisi 5-percepatan.
Honda CB125 lahir pada 1971 sebagai motor ringan 4-tak yang bersih dan efisien, di saat motor 2-tak masih merajai kelas 125 cc.
Target Honda jelas yakni menghadirkan motor kecil yang punya karakter seperti CB750 dan CB550, namun tetap mudah dimiliki dan cocok untuk pemula.
Formula ini terbukti sukses hingga akhir 1970-an, CB125 menjadi pemandangan umum di Amerika Utara, Eropa, hingga Australia.
Saat CB125S 1978 meluncur, model ini sudah matang. Di Amerika Serikat dikenal sebagai CB125S, sementara di Eropa memakai nama CB125S atau CB125J, tergantung tahun dan spesifikasi.
Dari sisi mekanis, CB125 generasi ini memakai mesin 4-tak satu silinder SOHC berpendingin udara, berkapasitas 124 cc, dengan suplai bahan bakar dari karburator Keihin tunggal.
Baca Juga: Bergaya Streetfighter Macho, Honda CB Baru Ini Bisa Oper Gigi Seperti Motor Bebek
Tenaganya berada di kisaran 13–14 dk, dengan putaran mesin yang cukup tinggi.
Tenaga disalurkan ke roda belakang lewat transmisi manual 5-percepatan dan rantai. Kecepatan puncaknya diklaim bisa menyentuh sekitar 120 km/jam dalam kondisi ideal, meski untuk harian tentu lebih nyaman dipakai di kecepatan sedang.
Secara penjualan, CB125 mungkin tidak spektakuler, tapi konsisten laku.
Motor ini diproduksi dari 1971 hingga 1985 dalam berbagai versi, dan sangat populer di Eropa karena aturan lisensi yang membatasi kapasitas mesin.
Menariknya, banyak pemilik CB125 tidak menyimpannya lama.
Sebagai motor pertama, CB125 sering dipakai setahun-dua tahun sebelum dijual kembali untuk naik kelas ke CB550 atau CB750.
Karena itu, menemukan dua unit CB125 S 1978 yang masih baru dan belum pernah dirakit seperti ini adalah hal yang nyaris mustahil.