Wahyu menuturkan, awalnya Ia mengira asap yang muncul berasal dari pembakaran sampah di sekitar lokasi.
Namun, dugaannya keliru. Asap semakin tebal dan cepat memenuhi area penitipan motor.
"Awalnya saya lagi rapihin motor terus lihat ada asap dari bawah, kirain ada yang bakar sampah, pas mau lihat ke bawah (tempat kebakaran) udah enggak bisa masuk udah penuh asap," ucapnya.
Baca Juga: Konsumen Bisa Tunjukan Ini, Pengelola Wajib Tanggung Jawab Jika Helm Hilang di Parkiran
Wahyu mengaku sempat berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
Namun, kondisi di dalam bangunan yang sudah dipenuhi asap tebal membuat upaya tersebut tidak bisa dilakukan.
"Tadinya udah pegang APAR. Karena enggak bisa masuk jadi nunggu damkar tuh, hubungin damkar," ujarnya.
Terkait motor-motor yang terbakar serta kemungkinan ganti rugi, Wahyu menyebut hal tersebut akan dibicarakan langsung antara pemilik motor dan pengelola penitipan.
"Kayaknya itu nanti yang pemilik juga ngobrol sama bos yang punya ini," ujarnya.
Ia juga mengatakan sejumlah pemilik motor sudah datang ke lokasi untuk melihat kondisi motor mereka dan berkomunikasi dengan pengelola.
"Tadi juga ada yang dateng cek motor ngobrol sama bosnya," tutur Wahyu.
Baca Juga: Cara Mudah Mencegah Kehilangan Helm di Parkiran, Pemilik Motor Bekas Harus Tahu
Pantauan di lokasi, salah seorang warga terlihat mendatangi area kebakaran untuk memastikan kondisi motornya.
Ia tampak berdiri cukup lama menatap sisa motor yang tinggal kerangka, lalu membungkuk memeriksa rangka kendaraan guna mencocokkan nomor mesin atau ciri tertentu.
Raut kecewa dan kebingungan terlihat jelas di wajahnya saat menyadari kondisi motor yang nyaris tak mungkin diperbaiki.
"Belum tahu kita juga bingung, ini juga motor adik saya, minta ganti rugi juga musibah," kata Nur (bukan nama sebenarnya).