Standar tersebut mencerminkan komitmen serius Changan terhadap keselamatan, kualitas jangka panjang, dan kepuasan pengguna di berbagai belahan dunia.
Dengan pendekatan engineering yang disiplin, setiap komponen diuji agar mampu bekerja optimal dalam berbagai kondisi ekstrem.
Hal ini menjadikan Changan tidak hanya besar secara volume produksi, tetapi juga solid secara kualitas produk.
Pencapaian 30 juta unit sekaligus menegaskan posisi Changan sebagai merek yang dipercaya oleh jutaan konsumen global.
Ke depan, Changan tidak hanya fokus pada angka produksi, tetapi juga pada transformasi menuju mobilitas masa depan.
Menatap 2030, perusahaan memperkirakan lebih dari 60 persen penjualannya akan berasal dari kendaraan energi baru atau NEV (New Energy Vehicle).
Selain itu, sekitar 30 persen penjualan ditargetkan datang dari pasar mancanegara sebagai bagian dari ekspansi global.
Strategi ini menegaskan ambisi Changan untuk terus relevan, inovatif, dan kompetitif di tingkat dunia.
Dengan visi global yang jelas, Changan ingin menjadi merek otomotif yang tidak hanya dikenal, tetapi juga dipercaya.
Setiawan Surya, CEO CHANGAN Indonesia, menegaskan bahwa pencapaian ini membawa standar yang sama ke Tanah Air.
“Produksi 30 juta kendaraan mencerminkan konsistensi CHANGAN dalam menerapkan satu standar kualitas global, setiap kendaraan dikembangkan melalui disiplin engineering dan proses pengujian jangka panjang hingga 10 tahun atau 260.000 kilometer, standar inilah yang kami hadirkan secara utuh di Indonesia sebagai wujud komitmen CHANGAN dalam memberikan keandalan, keamanan, dan kenyamanan yang dapat dipercaya dalam jangka panjang,” ujar Setiawan Surya, CEO CHANGAN Indonesia dikutip dari rilis (19/01)