Punya AC Plafon dan Kulkas, MPV Ini Sudah Tawarkan Fitur Sultan di Era 90-an

Ferdian - Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:00 WIB

Mazda E2000 (Ferdian - )

GridOto.com - Pada era 1990-an, persaingan di segmen MPV belum sepadat sekarang dan pasar praktis dikuasai Toyota Kijang.

Mobil penumpang berkapasitas delapan orang juga belum menjadi arus utama, karena industri otomotif nasional saat itu masih berkutat pada minibus dan sedan.

Di tengah kondisi tersebut, Mazda mencoba peruntungan di Indonesia dengan menghadirkan Mazda E2000 pada 1996.

Di pasar global, model ini lebih dikenal dengan nama Mazda Bongo.

Urusan mesin, Mazda E2000 mengandalkan jantung pacu 2.000 cc empat silinder yang masih menggunakan sistem karburator.

Meski tergolong sederhana, performanya cukup mumpuni untuk kebutuhan saat itu.

Melansir Otoseken.id, Mazda memasarkan E2000 dalam dua pilihan varian, yakni standar dan limited.

Pembeda utama keduanya terletak pada detail interior, seperti motif jok dan keberadaan tirai jendela pada versi limited.

Baca Juga: Kaleidoskop 2025, SUV Mazda Paling Asyik Jalan 70 KM Tanpa Bensin

Mazda E2000

Sepanjang masa penjualannya, perubahan yang dilakukan terbilang minim, dengan pembaruan paling menonjol berupa penambahan fitur CD changer pada tahun 2002.

Dari sisi kelengkapan, E2000 bahkan bisa dibilang lebih unggul dibanding para pesaingnya di kelas mobil penumpang 8 orang.

Sejumlah fitur yang kini dianggap umum sudah tersedia sebagai standar di Mazda E2000, seperti power window, power steering, dan central lock.

Sistem pendingin kabin juga dirancang serius, dengan AC double blower yang dipasang di plafon hingga baris ketiga, memberikan kesan mewah dan eksklusif pada masanya.

Tak hanya itu, pengemudi dimanjakan dengan setir yang sudah dilengkapi pengaturan tilt, sehingga lebih mudah mendapatkan posisi berkendara yang nyaman.

Menariknya, Mazda E2000 tidak memiliki pintu geser di sisi kanan, karena area tersebut dimanfaatkan untuk menempatkan kulkas kecil guna menyimpan minuman agar tetap dingin.

Soal kenyamanan, Mazda E2000 cukup diperhitungkan berkat penggunaan suspensi double wishbone dan konstruksi sasis monokok.

Kabinnya lapang, mendukung mobilitas penumpang dengan leluasa, ditambah kursi baris tengah yang dapat diputar hingga 360 derajat, meski masih belum mengusung model jok individual.

Baca Juga: Mazda Full Racing di Tokyo Auto Salon 2026, Bawa Teknologi Baru Juga

Kulkas di Mazda E2000

Hal menarik lainnya mobil ini dikenal memiliki posisi mesin di bawah jok depan (semi-cab over), khas minibus Jepang era 90-an.

Sistem penggeraknya menggunakan rear wheel drive (RWD), yang saat itu dianggap ideal untuk kendaraan berpenumpang banyak karena lebih kuat saat membawa beban penuh.

Di pasar mobil bekas saat ini, Mazda E2000 termasuk unit langka dan memiliki penggemar tersendiri.

Harganya relatif bervariasi tergantung kondisi, orisinalitas, dan kelengkapan, namun umumnya masih berada di kisaran terjangkau.

Banyak pemilik memodifikasi E2000 menjadi camper van atau mobil hobi, memanfaatkan kabinnya yang luas dan bentuk bodinya yang boxy.

Iday/Otoseken
Mazda E2000 2002