GridOto.com - Hadir di Tokyo Auto Salon 2026, Honda membawa Civic Type R ARTA GT, versi ekstrem hasil kolaborasi dengan Autobacs Racing Team Aguri (ARTA), tim yang berlaga di ajang Super GT kelas GT500.
Secara visual, Civic Type R memang sudah dikenal berkarakter agresif. Namun pada versi ARTA GT, aura tersebut ditingkatkan jauh lebih ekstrem.
Hadir lebih liar, mobil ini melebar signifikan dari versi standar, dengan panjang 4.635 mm, lebar 1.955 mm, dan tinggi 1.395 mm.
Hampir seluruh panel bodi mengalami revisi khusus.
Di bagian depan, ARTA GT mendapat bumper, grille, dan fender baru, ditambah under-spoiler serta canard berbahan serat karbon.
Performa mesin turut ditingkatkan lewat serangkaian komponen aftermarket.
Upgrade meliputi sistem knalpot kolaborasi ARTA x HKS, intercooler kit ARTA x HKS, ECU dan sports turbine dari HKS, oil cooler kit, hingga limited-slip differential Cusco Type-RS.
Kombinasi ini dirancang untuk memaksimalkan potensi mesin turbo Civic Type R.
Sektor kaki-kaki juga mendapat perhatian serius dengan pelek forged 18 inci buatan ARTA yang dibalut ban Bridgestone Potenza RE-71RZ berukuran 295/35R18.
Baca Juga: Mengupas Jeroan Honda Prelude, Kaki-Kakinya Mirip Civic Type R
Untuk pengereman, bagian depan memakai kaliper AP Racing Pro 5000R enam piston dengan cakram two-piece 365 mm dan kampas semi-metalik, sementara rem belakang standar tetap dipertahankan namun mendapat kampas semi-metalik serta selang rem braided berbahan stainless steel.
Untuk bisa memiliki Civic Type R ARTA GT, calon konsumen harus menyiapkan dana tidak sedikit.
Paket konversi lengkap termasuk pemasangan dan pengecatan dibanderol 13.500.000 yen atau sekitar Rp1,48 miliar, di luar harga unit Civic Type R FL5 standar.
Selain mahal, mobil ini juga sangat eksklusif karena hanya akan diproduksi sebanyak 20 unit, dengan slot pembelian ditentukan melalui sistem undian.
Pendiri ARTA, Aguri Suzuki, mengungkapkan bahwa proyek ini dikerjakan dengan pendekatan layaknya membangun mobil balap GT500, tanpa kompromi dan berani mendorong batas maksimal. Ia menargetkan hasil akhir yang sekelas dengan mobil GT ekstrem asal Eropa.
Senada, pembalap GT Jepang sekaligus legenda drift Keiichi Tsuchiya menyebut paket aerodinamika menjadi fokus utama pengembangan, baik dari sisi tampilan maupun fungsi, demi meraih kestabilan optimal pada kecepatan menengah hingga tinggi.