Dampak Diresmikannya RDMP Balikpapan, Bahlil Berencana Stop Impor Solar

Naufal Shafly - Rabu, 14 Januari 2026 | 10:30 WIB

Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan (Naufal Shafly - )

Selain Solar, RDMP Balikpapan juga berdampak pada pengurangan impor bensin.

Kilang ini menambah produksi bensin hingga 5,8 juta kiloliter per tahun, yang secara langsung memangkas volume impor.

“Dengan RDMP ini menghemat devisa kurang lebih Ro 60 triliun lebih. Karena nambah 100 ribu barel (bph). Dengan bensin kita menghasilkan 5,8 juta kl per tahun. Konsumsi bensin sekarang 38 juta kl per tahun. Produksi dalam negeri kita 14,25 juta. Denagn penambahan 5,8 juta (kl), maka impor bensin tinggal 19 juta kl,” papar Bahlil.

Proyek RDMP Balikpapan sendiri merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi mencapai US$ 7,4 miliar atau sekitar Rp 123 triliun.

Selain meningkatkan kapasitas pengolahan, kilang ini juga menghasilkan produk BBM dengan standar emisi EURO V.

Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, Kilang Balikpapan kini menjadi kilang minyak terbesar di Indonesia dengan kapasitas 360.000 barel per hari, melampaui Kilang Cilacap.

Pemerintah pun optimistis target penghentian impor Solar dapat direalisasikan secara bertahap mulai 2026.