GridOto.com - Aksesori yang mulanya murni fungsional, yaitu bike rack (rak sepeda) di atap mobil, kini bertransformasi menjadi elemen pendukung lifestyle yang kalcer.
Dulunya, memasang bike rack di atap mobil merupakan kebutuhan wajib bagi para cyclist yang ingin membawa sepeda kesayangan mereka untuk touring atau bersepeda di medan yang jauh. Namun, belakangan ini, tren tersebut bergeser.
“Pakai bike rack awalnya karena pandemi sering sepedaan ke luar kota. Kalau sepeda lipat bisa disimpan di bagasi. Tapi pas bawa road bike atau minivelo harus ditaruh di bagasi agak makan tempat, harus lipat kursi baris ketiga dan kedua, ban sepeda dilepas dan tentunya keluarga enggak bisa ikut jadinya,” ujar Aris yang terkenal dengan nama panggilan Pak Cink.
Saat ini, tak jarang ditemui mobil-mobil keren, mulai dari city car bergaya stance, MPV bagged hingga SUV gagah yang memasang bike rack di atapnya, bahkan ketika tidak sedang membawa sepeda.
Bagi sebagian car enthusiast, bike rack memberikan tambahan seni tersendiri untuk konsep modifikasi mobil.
“Selain fungsi, pakai bike rack di mobil bikin cakep aja sih di setelan mobil,” ujar Aris pengguna Chery Tiggo 8.
Dalam konteks gaya hidup, aksesori atap ini dianggap sebagai sentuhan akhir yang membuat tampilan mobil menjadi lebih padat, keren, dan "anak senja" atau bergaya outdoor lifestyle.
Ini adalah bagian dari kalcer modifikasi yang ingin menampilkan karakter pemiliknya.
Di pasaran, ada beberapa merek bike rack mulai dari Thule, Rockbros hingga merek lokal Whale menghadirkan aksesories ini.