Terasa Setelah 3 Bulan, Ini Efek Samping Per CVT Motor Matic Kekerasan

ARSN - Selasa, 6 Januari 2026 | 21:30 WIB

Ilustrasi motor matic pakai per CVT keras (ARSN - )

GridOto.com - Ternyata pakai per CVT motor matic yang terlalu keras punya dampak negatif lho gaes.

Ya, umur v-belt motor matic bisa singkat karena pemakaian per CVT motor matic yang terlalu keras.

Pasalnya, pulley jadi sulit terbuka karena Per CVT yang terlalu keras.

"Pulley jadi sulit terbuka sehingga v-belt jadi susah untuk mengembang," buka Ryan Fasha pemilik bengkel K.1 Garage.

"Jika hal itu dibiarkan, dapat membuat v-belt jadi tipis karena bergesekan dengan pulley," tambahnya saat ditemui di Jl. Mas Indah 14 Perum Papan Mas Blok G40 No.6, Bekasi, Tambun.

Soalnya Ryan pernah menemukan kasus per CVT terlalu keras pada motor milik konsumennya.

"Waktu itu ada pelanggan pakai Honda BeAT mengeluhkan v-beltnya sudah tipis banget mau putus," ungkap Jono.

"Saat dicek ternyata per CVT-nya pakai yang 2.000 RPM. Per CVT bawaan kan cuma 800 RPM," tambahnya.

Isal/GridOto.com
Per CVT motor matic yang terlalu keras ternyata dapat mempengaruhi usia pemakaian v-belt.

Pakai per CVT terlalu keras ternyata belum tentu bagus buat motor matic.

"Efeknya v-belt baru kembali tipis padahal baru 3 bulan pemakaiannya," tutur Ryan.

Tuh, per CVT motor matic yang terlalu keras membuat pulley jadi sulit untuk terbuka.

Alhasil hal itu membuat gesekan terhadap v-belt semakin besar dan membuat v-belt jadi mudah tipis.

Selain itu, dalam jangka waktu lama juga motor akan terasa kurang bertenaga atau ngempos ketika digunakan.

Makanya, jangan asal ganti per CVT menjadi lebih keras di motor matic kalian.

Baca Juga: Ini Efek Samping Slang Kecil Di Girboks Motor Matic Getas Dibiarkan