Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya penjualan di luar China, termasuk di kawasan Asia, Eropa, dan Amerika Latin.
Meski begitu, Tesla masih mempertahankan posisinya sebagai produsen mobil listrik terbesar di Amerika Serikat, dengan penguasaan sekitar 45 persen pangsa pasar domestik.
Namun, penurunan penjualan yang dialami Tesla mengindikasikan adanya perlambatan pasar mobil listrik secara lebih luas di AS.
Data dari lembaga riset otomotif Cox Automotive menunjukkan bahwa penjualan mobil listrik di Amerika Serikat dari seluruh merek anjlok lebih dari 40 persen pada November 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Melihat tren tersebut, para analis industri memperkirakan pasar mobil listrik AS masih akan lesu hingga 2026.