Berujung Rugi, Cerita Rian Mahendra Sewa Bus Tambahan Agar Penumpang Tak Terlantar

Naufal Shafly - Selasa, 4 Juli 2023 | 13:45 WIB

Bus PO MTI sempat bermasalah sebelum memulai perjalanan, Rian Mahendra justru sebut ada positifnya. (Naufal Shafly - )

GridOto.com - Rian Mahendra mengaku Perusahaan Otobus (PO) Mahendra Transport Indonesia (MTI) mengalami kerugian saat arus balik libur Idul Adha 2023.

Dalam siaran langsung di Instagram pribadinya @rianmahendra83, putra Haji Haryanto ini bercerita bahwa kerugian tersebut disebabkan kemacetan panjang pada Minggu (2/7/2023).

"Gue janjikan penumpang bus jalan jam 12 siang, tapi ternyata macet parah, kalau dihitung-hitung bus baru sampai Pekalongan jam 4 sore," ucap Rian.

Tak mau penumpangnya terlantar menunggu bus, Rian akhirnya berinisiatif menyewa dua unit armada PO 44 Trans milik Haji Sholeh yang notabene merupakan sahabat Rian.

Dua unit tersebut disewa sebagai armada tambahan, untuk mengantar penumpang yang terlantar menunggu bus di Pekalongan.

"Hari ini full complain, langsung aja gue sewa bus Haji Sholeh. Tapi gue tekor, serius deh," ujarnya.

Bahkan, pria yang sebelumnya menjabat sebagai Tenaga Ahli di PO Kencana ini juga mengatakan kerugian yang dialaminya menyentuh angka jutaan Rupiah.

"Dari dua bus itu gue dapat (pemasukan) Rp 9 jutaan, sedangkan Haji Sholeh itu mintanya Rp 6 jutaan per bus, jadi total Rp 12 jutaan, otomatis gue jadi nombok Rp 3 jutaan," jelasnya.

Meski begitu, Rian menganggap kejadian ini sebagai hal biasa dalam dunia bisnis bus di Indonesia.

Baca Juga: Rian Mahendra Kasih Kode Mau Akuisisi Bus PO Sembodo Lagi, Scania Biru Dibeli PO MTI?

Ia pun enggan menyebut bahwa langkahnya menyewa bus tambahan adalah hal yang sia-sia, dan hanya membuang uang.

"Kalau dibilang bakar duit sih enggak. Kalau niatnya ikhlas buat bantu penumpang, ya enggak usah mikirin rugi, InsyaAllah nanti dibalas yang lebih baik lagi rezekinya sama Allah. Lagi pula siapa coba yang memprediksi kalau Lebaran Idul Adha bakal semacet kayak kemarin?" ujarnya.

Pria berusia 40 tahun ini juga mengatakan, hal terpenting dalam menjalankan bisnis bus adalah menjaga kepercayaan penumpang.

Ia tidak mau para penumpangnya kapok menaiki bus PO MTI lantaran jadwal yang berantakan.

"Jadi enggak ada sejarahnya tuh kita batalin keberangkatan, semua penumpang harus sampai di tujuan bagaimanapun caranya," tutupnya.