Kepanasan, Marc Marquez Ungkap Alasan Gagal Tampil Kompetitif di MotoGP Malaysia 2022

R Alif P - Senin, 24 Oktober 2022 | 13:13 WIB

Marc Marquez hanya bisa finis ke-7 di MotoGP Malaysia 2022 (R Alif P - )

GridOto.com - Marc Marquez gagal mengulangi penampilan bagusnya di Phillip Island, dengan hanya menempati posisi ke-7 di MotoGP Malaysia 2022.

Padahal Marc Marquez sebenarnya bisa tampil sangat bagus di sesi kualifikasi MotoGP Malaysia 2022.

Bahkan Marc Marquez berhasil memulai balapan MotoGP Malaysia 2022 dari barisan paling depan, bersama Jorge Martin dan Enea Bastianini.

Kira-kira apa alasan Marc Marquez kurang begitu bagus pada balapan MotoGP Malaysia 2022?

"Aku tidak curang, sejak kemarin aku bilang bahwa P7 sudah bagus, jauh di belakang itu buruk dan lebih baik dari itu adalah anugerah. Tentu P7 kecil, tapi itu kenyataannya," ujar Marquez dilansir GridOto.com dari Todocircuito.

"Aku selalu ingin lebih, tapi kami jauh di belakang sang pemenang, banyak jaraknya, itu yang bisa kalian lihat. Tapi aku sudah berusaha," jelasnya.

Pertama adalah motornya memang kalah dari segi tenaga, ditambah kondisi ban yang sudah terlalu dipaksakan sejak awal.

"Aku berusaha keras mengejar mereka. Lap pertama bagus, lalu aku merasa terlalu memaksakan bannya, dan di akhir balapan aku harus membayarnya dan tidak bisa mengaturnya dengan baik," ungkap kakak dari Alex Marquez ini.

"Ketika kau tak punya kecepatan, kau juga tak bisa melakukannya, itu kenapa kami harus lebih baik lagi. Trek ini tidak cocok dengan gayaku, dan ini juga tidak cocok dengan motornya, karena ketika kau tak punya kekuatan mesin, kau tak bisa melakukan apapun di lurusan," tegasnya.

Baca Juga: Murka Kena Tabrak di MotoGP Malaysia 2022, Aleix Espargaro Bilang Franco Morbidelli dari Planet Lain

Selain motor dan ban, kondisi fisik menjadi kendala terberat buat Marquez di Sepang.

Bukan cedera lengannya yang baru sembuh dari cedera, tapi stamina yang lebih terkuras dengan panas dan kelembaban di Sirkuit Sepang.

"Secara fisik aku cukup bagus, tapi benar ketika bertarung dengan motornya, ketika kau bermasalah, kau ingin lebih cepat dan itu membuatmu semakin cepat lelah. Dan itulah rasanya dalam lima lap isi helmku ingin meledak, ini tidak bagus," tegas rider Repsol Honda ini.

"Aku bilang aku tak bisa menerimanya lagi, dan kemudian aku lebih santai. Ini adalah trek yang membuatku menderita, lebih dari Jepang, ini adalah trek yang membutuhkan kekuatan paling banyak, tapi tidak mencapai batasnya karena batas ada di mana saja," jelasnya.