Indonesia Sasar Belarusia Sebagai Tujuan Ekspor Komponen Otomotif

Naufal Shafly - Kamis, 20 Januari 2022 | 20:45 WIB

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Eko S.A. Cahyanto. (Naufal Shafly - )

GridOto.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengumumkan kerja sama antara Indonesia dengan Belarusia, guna meningkatkan perekonomian kedua negara.

Langkah sinergi ini akan diwujudkan melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Kementerian Perindustrian RI dengan Kementerian Perindustrian Belarusia.

"Beberapa waktu lalu, kami telah melakukan pertemuan dengan Duta Besar Belarusia untuk membahas tindak lanjut penandatangan LoI kerja sama industri Indonesia-Belarusia,” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Eko S.A. Cahyanto dalam keterangan resminya, Kamis (20/1/2022).

Eko menjelaskan, pihaknya tengah menghimpun masukan dari seluruh unit di lingkungan Kemenperin RI, dalam rangka memperbarui serta menyelesaikan konsep LoI kerja sama industri Indonesia-Belarusia.

“Pada Februari nanti, kami akan Kembali melakukan pertemuan bilateral dengan Belarusia. Semoga tahun ini, kerja sama kedua negara untuk memajukan sektor industri dapat terealisasi,” tuturnya.

Ia menambahkan, kerja sama ini meliputi sejumlah sektor yakni industri komponen otomotif, kimia hulu, dan agro.

Namun, salah satu potensi kerja sama yang sedang dipacu adalah kolaborasi antara pelaku industri komponen otomotif Indonesia dengan Minsk Automobile Plant (MAZ).

Buat yang belum tahu, MAZ adalah asosiasi produsen otomotif milik Belarusia, dan merupakan salah satu yang terbesar di wilayah Eropa Timur.

“MAZ berencana untuk menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan komponen otomotif di wilayah ASEAN. Kami berharap Indonesia menjadi salah satu negara yang dibidik karena memiliki potensi pasar yang besar dan kemampuan industri komponen yang punya daya saing,” papar Eko.

Baca Juga: AISI Prediksi Ekspor Motor Buatan Indonesia Naik 20 Persen Tahun Ini, Capai 970 Ribu Unit