Regulasi F1 2022 Pakai Racikan Bahan Bakar Baru, Tenaga Hilang 20 DK, Honda dan Red Bull Bakal Kesulitan

Rezki Alif - Senin, 10 Januari 2022 | 16:35 WIB

Red Bull masih bermasalah soal pergantian bahan bakar di F1 2022 (Rezki Alif - )

GridOto.com - Regulasi mobil baru diterapkan mulai F1 2022, namun konsep mesin V6 turbohybrid akan tetap dipertahankan selama beberapa tahun ke depan.

Namun meski konsep mesinnya sama persis dengan yang sekarang, ada sedikit perubahan soal bahan bakar yang akan dipakai.

Untuk pelan-pelan bergerak menuju teknologi yang bebas karbon, F1 akan memakai racikan bahan bakar baru E10 mulai musim depan.

E10 ini mengandung kandungan etanol terbarukan 10% dengan sisanya adalah oktana, bahan bakar fosil.

Bensin E10 ini akan menggantikan E5 yang dipakai sebelumnya, dengan kandungan 5% etanol dan 95% oktana.

Racikan baru ini sudah dipastikan menjadi langkah besar dalam daya tahan bahan bakar ataupun keiritan bahan bakar.

Hanya saja, E10 juga dipastikan akan mengurangi kinerja mesin F1 yang diperkirakan hingga sekitar 20 dk.

Nah, beberapa pabrikan dikabarkan sudah berhasil 'mengakali' mesin buatan mereka agar 20 dk yang hilang itu bisa ter-cover kembali.

Salah satu adalah Ferrari, yang tampaknya sangat percaya diri menatap musim 2022.

Baca Juga: Musim Balap F1 2022 Belum Dimulai, Tim Ferrari Akan Perpanjang Kontrak Carlos Sainz

Selain soal bahan bakar, Ferrari kabarnya juga menjadi salah satu tim yang sudah tahu soal rahasia konsep mobil baru F1 2022.

Di sisi lain, Red Bull malah mengaku masih kesulitan soal pergantian bahan bakar ini.

Red Bull yang akan menjalankan Red Bull Powertrains dengan bantuan dari Honda, mengaku belum menemukan celah untuk meng-cover 20 dk yang hilang.

"Honda bekerja sangat keras untuk beradaptasi. Yang kudengar semua masih positif. Tapi performa tidak sama dengan 2021, tapi kau harus menunggu dan melihat bagaimana nantinya," ungkap Helmut Marko, penasihat Red Bull, dilansir GridOto.com dari Grandprix247.