Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Solo Sempat Mau Gilas Kompleks Pemakaman di Klaten, Endingnya Begini

Ruditya Yogi Wardana - Minggu, 17 Oktober 2021 | 17:30 WIB

Ilustrasi jalan tol. (Ruditya Yogi Wardana - )

GridOto.com - Proses pengerjaan Jalan Tol Yogyakarta-Solo di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah hampir saja menghadapi masalah.

Mengingat ada satu kompleks makam di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo yang sempat mau digilas karena dilalui proyek jalan tol Yogyakarta-Solo.

Kepala Desa Kahuman, Ida Andung Prihatin, mengatakan sebagian besar tanah yang dilewati proyek jalan tol ini berupa lahan persawahan.

"Paling banyak sawah. Kalau rumah hanya dua bidang yang ada di ujung barat, itu juga pemiliknya sudah pindah," jelas Ida dikutip dari Tribunjogja.com, Kamis (14/10/2021).

Walau demikian, Ida mengetahui kalau ada satu kompleks pemakaman yang bisa saja tergilas dengan adanya pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo.

Ia pun mengajukan perubahan desain agar konstruksi jalan tol tidak melewati kompleks pemakaman di Desa Kahuman.

Beruntung, usulannya didengarkan oleh tim Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Yogyakarta-Solo dan pihak-pihak terkait lainnya.

"Satu kompleks makam tadi enggak jadi digilas jalan tol, desainnya digeser sehingga yang kena dua rumah yang tidak jauh dari titik awal," jelasnya.

Baca Juga: Ketambahan Tol Yogyakarta-Solo, Boyolali Bakal Jadi Kabupaten Dengan GT Terbanyak di Soloraya

Baca Juga: Pembayaran Lahan Terdampak Tol Yogyakarta-Solo di Klaten Hampir Kelar, 700-an Bidang Tanah Dibebaskan

Perlu diketahui, terdapat sebanyak 125 bidang tanah terdampak proyek jalan tol Yogyakarta-Solo di Desa Kahuman.

Dari 125 bidang tanah yang terdampak, kurang lebih ada 19 bidang tanah yang merupakan TKD (Tanah Kas Desa).

Adapun proses pembebasan ratusan bidang tanah di Desa Kahuman hingga sekarang masih terus berjalan.

"Rata-rata bidang tanah milik warga yang terdampak tol sudah cair uang ganti ruginya. Di Kecamatan Polanharjo, memang desa kami yang TKD-nya paling banyak terdampak. Nilai ganti rugi TKD yang sudah kami terima sekitar Rp 13 miliar," papar Ida.

Terkait proses penggantian TKD, Ida menyebut sudah melakukan pengajuan ke Badan Pertanahan Nasiona (BPN) Klaten.

"Sekarang sudah diproses. Kami dapat pengganti sebagian ada yang di luar Desa Kahuman. Sementara 6 bidang sisanya masih di wilayah Desa Kahuman," paparnya.

Secara terpisah Camat Polanharjo, Joko Handoyo menyebutkan kalau progres pembebasan lahan di wilayahnya sudah mencapai 93 persen.

"Kalau TKD (di beberapa desa) belum dapat pengganti," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Kabar Pembangunan Tol Yogyakarta-Solo, Ada Kompleks Pemakaman Batal Kena Terjang.