Ban Mobil Listrik Punya Spek Khusus, Hankook Kasih Bocorannya

Dwi Wahyu R. - Rabu, 17 Maret 2021 | 14:47 WIB

Ilustrasi ban Hankook di Porsche Taycan (Dwi Wahyu R. - )

GridOto.com - Popularitas mobil listrik di Indonesia terus meningkat.

Pemerintah juga terlihat serius membangun infrastruktur untuk mobil listrik.

Sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) pun telah menghadirkan mobil listrik karya mereka di Indonesia.

Produsen ban pun enggak mau ketinggalan tren mobil listrik di Tanah Air.

Kayak produsen ban mobil asal Korea Selatan Hankook Tire.

Hankook Tire
Ilustrasi ban Hankook untuk mobil listrik

Baca Juga: Biar Sobat Tahu, Ini Perbedaan Pengecasan AC dan DC Mobil Listrik

“Ban mobil listrik harus mampu mempertahankan esensi performa beremisi rendah tanpa membatasi fleksibilitas berkendara," jelas President Director PT Hankook Tire Sales Indonesia Yoonsoo Shin.

"Contoh, ban untuk mobil listrik harus punya hambatan gulir (rolling resistance) yang rendah sehingga melaju lebih halus, namun di saat yang sama harus tetap punya daya cengkram yang optimal," lanjut Yoonso Shin.

Menurutnya, ini dua hal berlawanan, tapi harus dicari titik tengahnya dengan perpaduan antara material dan desain ban yang tepat.

Lebih lanjut, Yoonsoo Shin menjelaskan, mobil listrik umumnya lebih berat 10-20% dibandingkan mobil biasa karena menyimpan mesin berbasis baterai.

Ini membuat mobil listrik menghasilkan torsi yang lebih boros terlebih saat mobil baru dinyalakan.

newspress.co.uk
Bateri mobil listrik

Baca Juga: Tips Memperpanjang Usia Baterai Hybrid, Mirip-mirip Baterai Ponsel!

Sehingga membutuhkan ban dengan akselerasi yang lebih sporti, serta pegangan tapak (tread grip) yang tinggi agar tahan dari potensi abrasi yang intens.

Penting juga memiliki ketahanan panas yang baik agar dapat bertahan dalam berbagai kondisi.

Sebagai kendaraan ramah lingkungan, mobil listrik umumnya memiliki kebisingan rendah bahkan hampir senyap karena tidak ada suara yang dihasilkan mesin pembakaran internal.

Ban juga punya peran penting dalam mempertahankan kualitas ini, tergantung dari desain tapak, pengaturan blok, pengaturan pitch, dan optimalisasi grip yang dikembangkan secara khusus.

Ban dengan pola alur lateral (lateral groove) dinilai mampu mengurangi kebisingan secara signifikan.
Hankook Tire sendiri telah melahirkan ban mobil listrik pertama mereka Kinergy AS EV pada 2018.

Radityo Herdianto
Ban Eco dari Hankook Kinergy Eco 2

Baca Juga: Memaksimalkan Jarak Tempuh Mobil Listrik, Inilah Beberapa Tipsnya!

Ban ini mengusung teknologi sound absorber yang mampu mengurangi kebisingan (resonansi) maksimal hingga 9.2db, dan menggunakan kompon Aqua Pine yang terbuat dari ekstrak tumbuhan runjung.

Selain tipe Kinergy AS EV, Hankook Tire juga merilis Ventus S1 Evo 3 EV untuk versi all-electric vehicles, yang diadopsi dari tipe sport.

Ban ini mengusung teknologi bead-packing dan kekakuan lateral agar gerakan ban tetap terkendali meski dalam kecepatan tinggi.

Meskipun inisiatif global sudah cukup digencarkan, Yoonsoo Shin menilai Indonesia masih membutuhkan waktu untuk adaptasi terhadap penerimaan mobil listrik.

“Tantangan memasarkan mobil listrik di sini adalah masih minimnya kesadaran masyarakat menggunakan produk otomotif yang ramah lingkungan," terang Yoonsoo Shin.

Naufal Shafly/GridOto.com
Pekerja di pabrik ban PT Hankook Tire Indonesia sedang memeriksa ban setelah proses pematangan

Baca Juga: Baru Punya Mobil Listrik? Inilah Tips Untuk Merawat Baterainya

"Sebelum beralih sepenuhnya ke ekosistem mobil listrik, masyarakat bisa mengenal ban yang eco-friendly dan merasakan manfaatnya sendiri saat digunakan berkendara.” ungkapnya.

Hankook Tire berharap regulasi mobil listrik di Indonesia bisa segera berlaku dan ekosistem mobil listrik dalam negeri semakin terbentuk.

Saat ini Hankook Tire terus berinovasi menciptakan ban yang memiliki kinerja maksimal dalam setiap kondisi dan sesuai dengan pasar di Indonesia.

“Yang tidak kalah penting adalah ketersediaan komponen penunjang mobil listrik yang memiliki nilai ekonomis, bukan hanya dari segi harga saja, tetapi juga usia pakai, semakin awet ban maka akan mengurangi biaya pengelolaan mobil listrik yang selama ini dianggap mahal," bebernya lagi.

"Beberapa tipe ban regular yang sudah eksis seperti segmen ultra-high performance sebetulnya mampu memenuhi kebutuhan mobil listrik untuk pemakaian harian. Konsumen tinggal memilih ban yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.” tutup Yoonsoo Shin.