GridOto.com - Formula 1 (F1) saat ini masih distereotipkan sebagai olahraga balapan yang hanya bisa diikuti oleh para pria.
Menilik sejarahnya, kiprah wanita di ajang balap jet darat nomor wahid tersebut harus diakui tidak ada yang mentereng.
Sejak gelaran pertama pada 1950, hanya ada dua nama wanita yang secara resmi masuk dalam line up pembalap F1, karena yang lainnya tidak lolos saat kualifikasi.
Kedua wanita tersebut adalah Maria Teresa de Filippis yang tiga kali start pada 1958, dan Lella Lombardi yang mengikuti 12 balapan terakhir pada 1976 silam.
Baca Juga: Enggak Melulu Cowok, Pembalap Wanita Ini Prestasinya Juga Bejibun Lho, Namanya Maria Costello
Sejak saat itu, belum ada lagi nama wanita yang hadir di era modern F1 dan semakin memperlihatkan ada kesenjangan gender dalam olahraga ini.
Melansir dari situs resmi www.wseries.com, F1 pun meluncurkan W Series sebagai langkah untuk mengatasi kesenjangan gender tersebut.
Diperkenalkan pada Oktober 2018 lalu, W Series berambisi untuk melibatkan lebih pembalap wanita, menyingkirkan stereotip dan mengubah wajah motorsport yang masih didominasi para pria.
W Series juga bertujuan untuk mempromosikan bakat wanita dalam beberapa seri lomba, yang diharapkan akan menempatkan pemenangnya menuju Formula 1.
Baca Juga: Mengenang Maria Teresa de Filippis, Pembalap Wanita Pertama dalam Sejarah F1
Memasuki tahun pertamanya, seri balapan single-seater untuk wanita ini sempat menjadi kontroversi dan mendapat banyak kritik.
Salah satunya adalah Pippa Mann, perempuan Inggris pertama yang berkompetisi pada Indy 500 ini sangat kecewa ketika seri tersebut diajukan.
Menurutnya, pihak F1 justru memisahkan wanita dan pria dibanding mendukung mereka bersaing dalam satu perlombaan yang sama.