Ketua MPR RI Sebut Situasi Ekonomi Sedang Sulit, Kredit Kendaraan Macet Berisiko Membludak

Naufal Shafly - Senin, 27 April 2020 | 20:50 WIB

Ilustrasi kredit motor. (Naufal Shafly - )

GridOto.com - Melihat dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Tanah Air, industri otomotif adalah salah satu sektor yang paling terdampak.

Banyak produsen yang menutup sementara operasional pabriknya, karena stok unit di dealer telah membludak, efek dari sedikitnya konsumen yang membeli kendaraan.

Bambang Soesatyo, selaku Ketua MPR RI mengatakan, saat ini ekonomi masyarakat memang sedang sulit.

Baca Juga: Pembelian Kendaraan Bermotor 70 Persen Lewat Kredit, Bamsoet Dorong Pemerintah Berikan Relaksasi Kredit

Jangankan untuk membeli kendaraan baru, buat memenuhi kehidupan sehari-hari juga saat ini sangat sulit.

"Kalau dulu, tulang punggung kita saat krisis moneter di tahun 1998 adalah UKM (Usaha Kecil Menengah). Tapi saat ini UKM justru tidak berdaya, sekarang justru UKM yang paling terpukul," ujar pria yang sering disapa Bamsoet ini dalam acara NGOVI (Ngobrol Virtual) besutan OTOMOTIF Group, Minggu (26/4/2020).

Dok
Bamsoet bersama Satrio Nur Rachmanto Ketua Umum Motor Besar Indonesia saat ngobrol virtual


Bamsoet menambahkan, ekonomi yang melemah membuat perbankan semakin berhati-hati  dalam memberikan bantuan pembiayaan kepada debitur.

"Kaitannya dengan situasi saat ini, potensi kredit macet akan jadi bengkak dan akan menimbulkan masalah tersendiri," jelasnya.

Baca Juga: Bambang Soesatyo: Motor Boleh Masuk Tol, Kecelakaan Justru Akan Turun Signifikan

Meski Presiden baru-baru ini mengumumkan bahwa perusahaan pembiayaan dilarang untuk menarik paksa kendaraan yang menunggak cicilan, menurut Bamsoet hal itu bukanlah solusi.

"Apa ini efektif untuk menghentikan pihak-pihak yang bermain hakim sendiri? Saya ragu, karena kan perusahaan leasing juga harus survive," tandasnya.