Enggak Asal Naik, Boncengan Naik Motor Juga Ada Caranya Lho Girls!

Laili Rizqiani - Sabtu, 29 Februari 2020 | 20:51 WIB

Posisi boncengan yang aman (Laili Rizqiani - )

GridOto.com - Sepeda motor masih menjadi kendaraan favorit untuk menerobos kemacetan karena dianggap lebih praktis.

Namun, risiko kecelakaan yang terjadi kepada pengendara motor juga lebih besar.

Salah satu penyebab kecelakaan yang menimpa pengendara motor adalah cara dan posisi duduk ketika hendak membonceng yang tidak sesuai anjuran.

Dikutip GridOto.com dari Kompas.com, Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant, mengatakan bahwa pembonceng sebaiknya membuat jarak dengan pengemudi 10 cm.

(Baca Juga: Street Manners : Jangan Asal Duduk, Begini Teori Berboncengan Motor yang Benar)

“Hal ini bertujuan agar pemboceng mendapatkan posisi yang nyaman saat motor melaju dan memudahkan pengemudi bergerak saat memegang kendali,” ujar Sony kepada Kompas.com, di Jakarta, Selasa (04/02/2020)

Ketika membonceng, posisi kaki juga harus rapat ke dalam dan menjepit pinggul pengendara dengan lutut.

“Setidaknya lutut bisa dijepit ke pinggul pengemudi agar aman, selain itu posisi tangan pembonceng diletakan pada pahanya sendiri,” ujar Sony.

Tidak hanya itu, banyak membonceng yang salah pemahaman akan fungsi behel motor sebagai pegangan.

(Baca Juga: Boncengin Anak Kecil Nggak Boleh Asal, Moms! Ini yang Sebaiknya Dilakukan)

Padahal hal tersebut justru berbahaya baik bagi pengendara maupun pembonceng karena akan mempengaruhi keseimbangan saat berkendara.

“Fungsi behel motor sebenarnya bukan sebagai pegangan bagi pembonceng, tetapi untuk membantu pengendara saat menuntun jalan kaki, atau memutar ditempat dan memanfaatkan standar tengah,” kata Sony.

Jadi walaupun sebagai pembonceng, tetap patuhi aturan dan jangan lupa untuk memakai helm ya..


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sudah Paham Cara Bonceng Motor yang Benar?",