Lalu Lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Berangsur Normal, Genangan Air di KM 9 Jatibening Sudah Surut

Muhammad Ermiel Zulfikar - Rabu, 1 Januari 2020 | 15:40 WIB

Sempat terendam banjir, Genangan di Km 9 Jatibening Jalan Tol Jakarta-Cikampek Kering. (Muhammad Ermiel Zulfikar - )

GridOto.com - Dwimawan Heru, selaku Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) memberikan upadate terbaru mengenai banjir yang menerjang Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Ia menyampaikan, jika lalu lintas sudah berangsur normal, menyusul genangan di Km 9 Jatibening yang sudah kering.

"Titik genangan air di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 9 (Jatibening) di kedua jalur, baik arah Jakarta maupun arah Cikampek saat ini telah kering dan lalu lintas berangsur normal kembali," ujar Heru dalam siaran resmi Jasa Marga, Rabu (1/1/2020).

"Pengguna jalan dari arah Cawang juga dapat mengakses kembali Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated arah Cikampek," imbuhnya.

(Baca Juga: Jeep yag Dipakai pada Zaman Belanda, Bantu Evakuasi Isuzu Panther dan Truk dari Rendaman Banjir)

Sebelummya, hujan deras yang sempat melanda DKI Jakarta dan sekitarnya mengakibatkan beberapa ruas di Tol Jakarta-Cikampek terendam banjir.

Hal itu juga membuat beberapa Gerbang Tol ditutup, dan kendaraan yang ingin keluar dialihkan ke Gerbang Tol lainnya, pada Rabu (1/1/2020) pagi.

"Km 24 B (Cibitung) arah Jakarta, kendaraan dikeluarkan ke akses Cibitung. KM 19 A (Tambun) arah Cikampek, kendaraan dikeluarkan ke Bekasi Timur, 1 lajur dapat dilintasi hanya untuk kendaraan besar (non golongan 1)," papar Heru lagi.

"Lalu KM 9A & 9 B (Jatibening) arah Jakarta dan Cikampek, saat ini lajur 3 dan lajur 4 dapat dilintasi kendaraan besar dan golongan I kendaraan non sedan," tutupnya.

(Baca Juga: Akibat Banjir, Sejumlah SPBU Pertamina Tutup, Pasokan BBM Bagaimana?)

Pihak Jasa Marga pun mengimbau kepada seluruh pengguna Jalan Tol Jakarta-Cikampek, untuk mengantisipasi pola perjalanan hari ini.

Sebagai upaya agar air surut lebih cepat, pihaknya mengerahkan 7 unit pompa di lokasi genangan, yakni 2 pompa moveable, 1 pompa submersible, dan 4 pompa portabel.