Fantastis! Segini Biaya Sponsorship untuk Valentino Rossi di Ajang MotoGP

Gagah Radhitya Widiaseno - Senin, 9 September 2019 | 11:30 WIB

Valentino Rossi (Gagah Radhitya Widiaseno - )

GridOto.com - Valentino Rossi masih menjadi magnet buat sponsor-sponsor di belahan dunia.

Tak jarang, banyak yang mengantri untuk bisa menjadi sponsor Valentino Rossi di MotoGP.

Kalian tahu enggak, berapa sih biaya sponsorship untuk Valentino Rossi dan timnya?

RTR Sponsor Marketing mencoba memberi jawaban dengan sebuah program kalkulator online untuk sponsorship di tim MotoGP.

Ada berbagai pilihan yang bisa diambil seperti tim balap mana yang diinginkan, durasi kontrak, ukuran logo yang terpampang, sampai fasilitas tertentu yang didapat.

Baca Juga: Banjir Penalti di Balap F1 Italia yang Menegangkan, Siapa Saja yang Kena?

Adapun besaran dana yang diperlukan untuk menjadi title sponsor layaknya Repsol di tim pabrikan Honda atau Monster Energy di Yamaha bisa lebih dari 12 juta Euro atau sekitar Rp 187 miliar (kurs Rp. 15.553).

Tentu saja, program itu tidak bisa menjadi acuan secara pasti biaya untuk menjadi sponsor tim MotoGP, melainkan hanya gambaran secara umum.

Nyatanya, angka-angka tersebut masih bisa berubah, terlebih jika tim tersebut diperkuat pembalap ternama seperti Valentino Rossi, Marc Marquez, atau Jorge Lorenzo.

Dalam wawancara dengan Crash.net pada 2017, pemilik tim Forward Racing, Giovanni Cuzari, menyebut bahwa setiap tahun timnya bisa menghabiskan 2,5 juta Euro atau setaraf Rp 39 miliar.

LANJUT KE SINI SOB >>>>>

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

CEO (Chief Executive Officer) dari Gaspol adalah Lisa Subandi (33) merupakan warga asli Kota Depok, Jabar, yang mengusung tampilan helm dari driver ojek online (ojol) mirip dengan superhero fiksi asli Indonesia Gundala. Saat dijumpai wartawan di kawasan Jalan Margonda Raya, Beji, Kota Depok, Lisa mengatakan awal mula dirinya terjun ke dunia moda transportasi online adalah karena memang dirinya sendiri pelanggan setia ojek online. "Saya sering berdiskusi dengan pengemudi. Saya pikir mereka sejahtera, ternyata mereka tidak seperti apa yang saya bayangkan. Soal pendapatan, justru sebaliknya. Jadi mereka seolah terpaksa. Dari situ saya terbesit bikin transportasi online, berangkat dari keluhan para driver dan kami analisa,"ujar Lisa, Jumat (6/9/2019). Sementara untuk masalah trip yang diterima mitra Gaspol, Lisa menjelaskan pihaknya akan memotong sebanyak 20 persen dari setiap satu trip yang didapat mitranya. "Dua persen kami kembalikan ke rider untuk tabungan, ada juga trip mingguan, bulanan dan kalau mereka melebihi trip mereka dapat bonus 7 persen. Ada maintenance juga, 70 trip sebulan, kita keluarkan ganti oli sendiri. Kalau dia mau mendapat income yang besar maka harus kerja lebih keras," jelas Lisa. Akankah Gaspol mampu melawan Go-jek dan Grab? Kita tunggu saja perkembangannya bersama-sama. Simak berita menarik seputar otomotif hanya di GridOto.com #gaspol #gaspolojek #gojek #grab #transportasionline #gridoto #gridmotor #otomotif #otomania #otoseken #otorace #otomotifweekly #motorplus #jip #GridNetwork #goA

A post shared by GridOto (@gridoto) on