Alasan Honda Pamer All New Brio dengan Setir Kiri di GIIAS 2019

Muhammad Ermiel Zulfikar - Kamis, 25 Juli 2019 | 16:07 WIB

Honda all New Brio setir kiri yang dipamerkan di ajang GIIAS 2019. (Muhammad Ermiel Zulfikar - )

GridOto.com - Selain menampilkan produk-produk andalannya, PT Honda Prospect Motor (HPM) juga membawa All New Brio RS dalam kemasan yang berbeda di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019.

Jika dilihat sekilas, bagian eksterior tidak ada yang berbeda dengan All New Brio pada umumnya. Namun, perbedaan baru akan terasa ketika kita melihat bagian interiornya.

Sebab posisi kemudi dari city car tersebut terletak pada bagian sebelah kiri, yang mana itu merupakan versi ekspor-nya.

Jonfis Fandy, selaku Marketing and Aftersales Service Director HPM pun mengungkapkan alasan kenapa pihaknya membawa All New Brio dengan setir kiri di ajang tersebut.

(Baca Juga: Honda Accord Pakai Mesin CR-V Tapi Torsi Lebih Besar, Ini Sebabnya)

Menurutnya, hal itu sebagai bentuk dukungan HPM atas komitmen pemerintah untuk menumbuhkan ekspor mobil dari Indonesia.

"Karena kan itu untuk ekspor, dari Gaikindo juga minta pameran ini semua mobil yang diekspor untuk ditampilkan," papar pria yang akrab disapa Jonfis ini beberapa waktu lalu saat berada di ICE BSD, Tangerang.

Muhamad Ermiel Zulfikar/GridOto.com
Interior All New Brio RS dengan posisi kemudi berada di sebelah kiri.

Lebih lanjut Jonfis menjelaskan, hal ini juga untuk membuktikan pada masyarakat kalau HPM telah mengekspor All New Brio secara utuh (CBU) ke negara-negara lain.

Model tersebut tidak dijual, hanya dipamerkan atau untuk ditunjukkan kepada para pengunjung selama pameran berlangsung.

(Baca Juga: Diimpor Utuh dari Thailand, Honda Accord Turbo Hanya Tersedia Ratusan Unit Tahun Ini)

"Belakangan kan ekspor Indonesia mulai naik, kalau dulu kan Honda ekspor komponen sekarang kami coba ekspor CBU," tutupnya.

Sebagai informasi, model ekspor untuk All New Honda Brio ini diproduksi di pabrik HPM yang terletak di kawasan Karawang, Jawa Barat.

Merupakan model yang diekspor ke negara Filipina dan Vietnam, yang mana ekspor pertamanya dilakukan pada tanggal 10 April 2019 dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.