Street Manners: Ngeri, Microsleep Bisa Terjadi Saat Mata Masih 'Melek'

Muhammad Mavellyno Vedhitya - Minggu, 26 Mei 2019 | 11:35 WIB

Sopir taksi tertidur saat kemudikan mobilnya (Muhammad Mavellyno Vedhitya - )

GridOto.com - Salah satu dampak dari kurangnya waktu tidur adalah rasa lelah atau mengantuk di luar waktu istirahat.

Saat itu terjadi, otak merasakan kelelahan namun tetap bertahan agar kita tetap terjaga.

Akibatnya kita akan mengalami microsleep atau tertidur secara tiba-tiba tapi hanya dalam waktu yang sangat singkat.

Microsleep tidak seperti tidur biasa sob.

(Baca Juga: Street Manners: Jangan Biarkan Anak di Bawah Umur Membawa Kendaraan)

Microsleep adalah suatu kejadian hilangnya kesadaran atau perhatian seseorang karena merasa lelah atau mengantuk.

Sejatinya kelelahan dalam berkendara dapat mempengaruhi keselamatan kita di jalan.

Kelelahan tersebut tentu saja dipengaruhi oleh kondisi fisik dan mental.

"Fatigue atau kelelahan merupakan sebuah isu keselamatan yang dapat mempengaruhi keselamatan berkendara, yang disebabkan oleh kondisi fisik, dan kondisi mental," ujar Marcell Kurniawan selaku Training Director Real Driving Center(RDC) di Aston, Bogor, Jawa Barat (25/5/2029).

(Baca Juga: Street Manners: Terobos Lampu Lalin di Pelican Crossing Bisa Dipenjara)

Yang lebih ngerinya lagi, microsleep bisa terjadi saat kondisi mata kita masih terbuka atau melek sob.

Banyak kejadian kecelakaan tunggal yang terjadi di jam ngantuk.

Semua itu akibat dari kurangnya istirahat, sehingga membuat kondisi tubuh kelelahan saat berkendara.

"Microsleep bisa terjadi saat kita melek, banyak kecelakaan tunggal terjadi di jam-jam ngantuk, nabrak jalan lah, nabrak pohon lah, itu lah akibat dari kelelahan," katanya.