Buka-bukaan Driver yang Kerjaannya 'Buntuti' Wagub DKI Jakarta Sandiaga, Sampai Mual!

Niko Fiandri - Jumat, 25 Mei 2018 | 07:48 WIB

Elevon Rahmadan, tetap utamakan keselataman penumpang (Niko Fiandri - )

GridOto.com - Ini cerita pengemudi atau driver yang kerjaannya 'membuntuti' aktivitas Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Driver ini bernama Elevon Rahmadan.

Serunya cerita Elevon membuntuti Sandiaga dengan menggunakan Toyota Hiace.

Tinggi Toyota Hiace 2,3 meter.

(BACA JUGA: Duh, Problem Di Pajero Sport Tak Kunjung Tuntas, Konsumen Gugat Mitsubishi ke Pengadilan)

Saat masuk tol harus masuk jalur khusus karena tingginya melebihi mobil niaga.

Hiace dipakai untuk kendaraan rombongan awak media yang meliput kegiatan Sandiaga.

Bawa Hiace yang besar dibutuhkan keterampilan khusus, apalagi saat mengikuti rombongan mobil gubernur atau wakilnya.

"Saya kan Satpol PP nih sudah dari tahun 2005. Tapi kalau ditugaskan untuk bawa Hiace buat antar wartawan sih sejak November 2017," ujar Evon, sapaan Elevon, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (23/5/2018).

Ada tiga sopir dalam tim Evon.

Tim sopir untuk Anies terdiri dari orang yang berbeda lagi. Evon mengatakan biasanya, Hiace putih itu akan ikut dalam rangkaian kendaraan Sandiaga.

Saat beraktivitas di luar Balai Kota, mobil yang dinaiki Sandiaga biasanya diiringi tiga mobil lain, yang berisi para ajudan dan staf.

Sandiaga selalu menggunakan voorijder yang dikemudikan petugas Dinas Perhubungan.

Hal itu membuat rangkaian kendaraan Sandiaga menjadi gesit sekali dan tidak terjebak macet.

Bagaimana dengan si besar Hiace itu?

"Nah itu, bayangkan ya, Hiace itu kapasitasnya 2.000 cc, biasanya penumpangnya itu 15 wartawan bahkan bisa lebih. Itu kita harus ngimbangin dengan Nissan Xtrail 2.500 cc yang muatannya satu mobil cuma 4-5 orang," kata Evon.

Dengan kondisi seperti itu, Evon sebisa mungkin menjaga agar tetap berada dalam rangkaian.

Caranya terdengar mudah yaitu jangan sampai ada kendaraan lain yang memotong rangkaian Hiace dengan mobil-mobil Sandiaga yang lain.

Namun, dalam praktiknya hal ini sulit dilakukan.

"Itu kita harus terlatih main kopling karena mobilnya manual. Harus lihai dengan kopling dan persneling," kata Evon.

Tak jarang para wartawan merasa seperti sedang naik roller coaster ketika berada dalam Hiace.

Hiace melaju begitu cepat sampai perut terasa dikocok-kocok.

Banyak wartawan yang jadi mual dan pusing ketika naik Hiace saat mengikuti acara gubernur dan wakil gubernur.

Evon pernah terputus dari rangkaian.

Saat terputus, rangkaian mobil Sandiaga tentu tidak akan menunggu mobil di belakangnya.

Rombongan wartawan pun jadi tertinggal dan sulit mengejar.

Begitu terputus dari rangkaian, Hiace biasanya langsung dihadang kemacetan.

Evon mengatakan, itulah risikonya lepas dari rangkaian.

"Konsekuensinya kalau di saya sih enggak ada. Tapi konsekuensinya itu di teman-teman wartawan. Kalau lepas rangkaian, pasti mereka terlambat sampai ke lokasi acara," kata Evon.

Bila lepas dari rangkaian, sulit bagi Evon untuk mengejar rombongan.

Evon pernah mencoba menginjak pedal gas sampai pol demi mengejar rangkaian Sandiaga. Namun, yang di depan tetap tak terkejar juga.

Kapasitas mesin Hiace memang jauh berbeda dengan mobil-mobil lain dalam rombongan Sandiaga.

Padahal jika terlambat, bisa-bisa acara sudah selesai saat mobil Hiace itu tiba.