Begini Rasanya Test Ride Kawasaki W175, Ringan dan Cukup Responsif!

Dimas Pradopo - Kamis, 7 Desember 2017 | 17:45 WIB

Test Ride Kawasaki W175 (Dimas Pradopo - )


GridOto.com - Test ride naik Kawasaki W175 seperti apa rasanya? Nah buat yang penasaran atau sudah niat untuk menebusnya wajib baca dulu ulasan ini.

Kami akan jabarkan panjang kali lebar tentang impresi berkendara motor sport retro klasik ini.

Silahkan di simak karakter dari motor seharga Rp 29,8 juta untuk tipe standar dan Rp 30,8 juta untuk tipe Special Edition (SE) OTR Jabodetabekser ini!

Yuhuuuu..

RIDING POSITION

Pertama, adalah posisi duduk Kawasaki W175 yang terbilang rendah dan santai, tinggi joknya cuma 775 mm.

Rider dengan tinggi badan 168 cm bisa menapakan kaki dengan sempurna meski joknya terbilang lebar dan tebal.

Tangki 13,5 liternya meskipun terlihat besar tapi tetap nyaman, karena tepat di bagian paha menjepit areanya lebih mengecil.

Hanya saja setang pipanya sedikit kurang tinggi sehingga punggung perlu menunduk sedikit.

Posisi footstep berada di depan jok juga menjadikan posisi duduk lebih santai, mirip duduk di kursi hehe..

Tapi sayangnya, posisi tuas persneling dan rem belakang rasanya terlalu tinggi, sehingga saat akan menurunkan gigi atau mengerem dipaksa lebih menekuk.

Oiya, persneling Kawasaki W175 model satu tuas, jadi diinjak dan congkel, kurang klasik ya? Semestinya ada tuas belakang biar lebih mirip motor lawas.

Salim
Test Ride Kawasaki W175


HANDLING

Ringan dan lincah jadi impresi utama yang dirasakan ketika membawa motor ini berjalan.

Jarak sumbu roda cuma 1.275 mm dan bobot Kawasaki W175 hanya 126 kg jadi penyebab utama.

Handlingnya makin enak karena sasisnya rigid yang ditunjang suspensi yang tergolong diam, tipe sasisnya 'Highly Rigid Semi-Double Cradle Frame'.

Bagaimana dengan redaman suspensi Kawasaki W175? Yang depan, teleskopik 30 mm, ketika melewati jalan tidak rata sangat baik meredam guncangan.

Sementara suspensi belakang untuk pengendara berbobot 73 kg rasanya agak keras.

Tapi tidak perlu khawatir karena punya setelan pre-load 5 tingkat.

Setelan standar ada di tingkat 2 berarti masih bisa diempukin 1 tingkat nih.


Tapi untuk boncengan, ternyata nyaman-nyaman saja, rasanya memang didesain untuk bawa boncenger.

Uniknya footstep juga bisa ditekuk, ternyata saat berhenti memang kerap kena kaki, makanya bisa dilipat biar enggak nyangkut.

Oiya ada juga tonjolan pada footstep depan bagian bawah sebagai penanda miringnya motor ini saat menikung.

Di Kawasaki W175 ini cukup panjang, sehingga jika belok bahkan belum terlalu miring maka akan terkena aspal lebih cepat.

Jangan kaget kalau tiba-tiba ada suara sreeekkk...

Salim
Test Ride Kawasaki W175


PENGEREMAN

Untuk mengurangi laju, Kawasaki W175 menggunakan rem cakram berdiameter 220 mm di depan yang dijepit kaliper dual piston, lalu teromol untuk belakang berdiameter 110 mm.

Kendati terlihat kecil, tapi kinerjanya sangat mampu menurunkan laju motor dengan baik termasuk di jalan menurun.

PERFORMA

Mencoba Kawasaki W175 di area Rainbow Hills yang dipenuhi dengan kondisi menanjak dan menurun jadi benar-benar bisa merasakan kemampuan mesinnya.

Mesin Kawasaki W175 adalah 177 cc masih karburator dengan klaim tenaga maksimal 12,9 dk di 7.500 rpm dan torsi 13,2 Nm di 6.000 rpm.

Perhatikan puncak torsinya, rendah banget cuma di 6.000 rpm, buat riding santai, stop and go pasti enak nih.

Dan benar saja, ternyata dari karakter mesinnya juga memang menunjang banget untuk berkendara santai.

Pertama karena minim getaran dan bersuara halus, apalagi saat sudah panas dan sedang stasioner,  mesinnya terdengar berkitir sangat rendah, haluuuuss... entah di berapa rpm, karena tak ada takometer.

Performa mesin yang basisnya dari Kawasaki Eliminator ini saat diajak melahap tanjakan yang cukup terjal ternyata eces alias gampang banget.

Tak perlu putaran terlalu tinggi, karena dorongan torsinya terasa kuat sejak putaran bawah.

Karakter atasnya juga tidak terlalu lamban dan nafasnya panjang, jika selongsong gas diputar penuh akan terdengar suara isapan mesin dari boks filter udara, dan tak terasa spidometer menyentuh angka 100 km/jam.

Cuma di putaran tinggi memang terasa sedikit getaran di setang dan area tangki yang dijepit paha.

Tuas koplingnya enteng, jadi pasti dipakai harian juga enggak bikin pegal.

Ditunjang juga tiap perpindahan gigi rasanya halus dan tanpa gejala rpm drop, sepertinya perbandingan transmisi cukup rapat.

Untuk tes akselerasi dan konsumsi bensin akan dibahas saat unit test ride-nya sudah parkir di kantor redaksi Grid Oto ya!

Salim
Test Ride Kawasaki W175


DESAIN dan FITUR

Ternyata Kawasaki W175 mengusung konsep klasik atau bergaya British Naked Motorcycle, yang mengangkat tema Absolute Respect.

Bentuknya serba bulat dan sangat mirip keluarga W lainnya, yaitu W250 (Estrella) dan W800.

Area spidometernya kental dengan aura klasik dan sungguh minimalis, karena hanya tersedia petunjuk kecepatan, odometer, dan tripmeter dengan latar hitam dan bentuk font klasik.

Di sebelahnya hanya ada indikator lampu jauh, sein dan netral saja. Gak ada indikator bensin?

Yap! Biar makin terasa klasik, untuk mengetahui bensin sudah tiris pengendaranya harus membuka tutup tangki lalu menggoyangnya, dan dengarkan suara bensinnya masih banyak atau sedikit.

Biar aman, kalau habis mengisi bensin penuh atau setengah, putar keran ke on. Lalu kalau motor brebet, itu tandanya bensin mulai tipis.

Tinggal putar keran ke posisi res alias cadangan dan segera mencari pom bensin, klasik banget kan?

Seluruh bagian mesin dilabur warna hitam dengan baut silver membuatnya terlihat misterius.

Bagian knalpot pun juga dilabur warna hitam pekat, model knalpotnya Peashooter-Style alias ada “congornya” yang mengingatkan kita akan motor tahun lampau.

Oiya bodi samping sebelah kiri berisi aki, sekring, toolbox dan perangkat kelistrikan lainnya yang bisa dibuka menggunakan anak kunci.

Untuk lampu utama pakai bohlam H4 60/55 watt, sayang reflektor dan mikanya terlalu modern, multireflektor dan polos tanpa garis-garis, jadi kurang klasik.

Anehnya, lampu sein dan spion malah persis Kawasaki KLX 150L, match juga sih dengan gaya klasiknya.

Data Spesifikasi:
Tipe mesin : 4 tak, silinder tunggal
Kapasitas mesin    : 177 cc
Bore X Stroke : 65,5 x 52,4 mm
Rasio kompresi : 9,1:1
Sistem katup : SOHC, 2 katup
Sistem bahan bakar : Karburator Mikuni VM24
Tenaga maksimum    : 12,9 dk/7.500 rpm
Torsi maksimum : 13,2 Nm/6.000 rpm
Suspensi depan : Teleskopik 30 mm
Suspensi belakang : Dual shock
Rem depan : Cakram 220 mm
Rem belakang : Teromol 110 mm
P x L x T : 1.930 mm X 765 mm X 1.030 mm
Jarak sumbu roda : 1.275 mm
Tinggi jok : 775 mm
Berat : 126 kg
Kapasitas tangki : 13,5 liter
Transmisi : 5 percepatan
Tipe rangka : Semi-double cradle
Ban depan : 80/100-17
Ban belakang : 100/90-17