GridOto.com - Aksi pencurian kursi besi taman di Surabaya, Jawa Timur bikin geleng kepala.
Pelaku yang tertangkap mengaku jika beraksi mengangkut kursi besi tersebut memakai mobil ambulans klinik.
Berdasar video yang beredar, video seorang pria mengenakan rompi hijau dan topi hitam, tengah menjelaskan asal kursi besi dengan logo Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan ambulans.
"Sudah satu Minggu, ya, (orangnya tertangkap semua) ya,” ucap pria dalam video yang beredar di media sosial tersebut.
Sementara itu, Kepala Bidang Taman/P3KH Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Pramudita Yustiani membenarkan terkait ditangkapnya pencuri kursi besi tersebut.
"Benar, pelaku pencurian kursi dengan mobil ambulans sudah diamankan oleh Polsek Gubeng," kata Pramudita, ketika dikonfirmasi, (4/8/26) menukil Kompas.com.
Dalam video, ambulans yang telah diamankan tampak menggunakan pelat nomor hitam.
Baca Juga: Ambulans Kijang Innova Reborn Dinkes Gowa Viral, Kabin Dipaksa Angkut Ninja 150 2-Tak dan TV
Pramudita menyebut, ambulans itu merupakan kendaraan operasional klinik swasta.
Sedangkan, Pramudita mengungkapkan, total ada 2 pelaku yang terlibat dalam aksi pencurian fasilitas umum tersebut.
Mereka sudah menjalani proses hukum di Polsek Gubeng.
"Ambulans punya klinik swasta. (Pelaku yang ditangkap) ada pencuri satu, penadahnya satu, semua dilakukan proses hukum,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pramudita mengimbau, masyarakat ikut melaporkan aksi pencurian dan perusakan fasilitas umum, melalui layanan 112 dan media sosial resmi DLH Surabaya.
"Warga jangan diam saja ketika ada yang ngambil kayak gitu, bisa dilaporkan ke media sosial DLH ataupun Hotline 112 agar pencegahan dan penanganan cepat dapat segera dilakukan," tutupnya.
Diketahui, Pramudita mengatakan, sudah ada sekitar 20 kursi yang hilang sejak 2016.
Baca Juga: Luxio Ambulans Digasak Mudah di Garasi, Pelaku Lakukan Ini Supaya Unit Susah Dilacak
"Pengadaan kursi dari 2016, sejak itu sekitar (20) jumlahnya yang hilang. Kalau tahun ini, paling masih 10-an kalau tidak salah yang hilang," beber Pramudita.
Sedangkan, kata Pramudita, harga satu unit kursi besi yang disebar ke sejumlah titik tersebut, adalah Rp 3 juta.
Dengan demikian, kerugian yang diderita sekitar Rp 60 juta.
"Itu kan kurang lebih Rp 3 jutaan kan, kurang lebihnya jadi bisa dikalikan sendiri saja kalau hilang. Iya Rp 3 jutaan (harga satu unit kursi besi)," jelasnya.