"Melihat ancaman bahaya yang semakin dekat, pengemudi dan penumpang bergegas keluar dari dalam kendaraan," kata Setio, (26/7/26) melansir TribunLampung.co.id.
Taftian dan Konita kemudian berusaha mendorong mobil agar keluar dari jalur rel.
Upaya tersebut tidak berhasil karena mobil tak kunjung bergerak, sedangkan KA Kuala Stabas terus mendekati lokasi.
Kanit Reskrim Polsek Natar, Ipda Adek Suci Pebrianto mengatakan, Taftian sempat berada di luar mobil bersama penumpangnya.
Namun, korban kemudian kembali masuk ke dalam kabin untuk mencoba menghidupkan mesin Toyota Agya tersebut.
"Korban luka-luka infonya sempat keluar mobil, terus masuk lagi berusaha menghidupkan mobil tersebut, tapi tidak sempat," kata Adek, (26/7/26).
Ketika upaya menyalakan mesin kembali dilakukan, posisi mobil masih berada tepat di atas perlintasan.
Penumpang tetap berada di luar kabin dan mencoba membantu mendorong mobil agar menjauh dari jalur kereta api.
Baca Juga: Toyota Avanza FWD Mental Tak Keruan, Diseruduk Besi Baja Beroda Seberat Sekitar 30 Ton
Namun, Taftian tidak sempat kembali keluar sebelum KA Kuala Stabas tiba di lokasi.
"Jadi sopir tetap berada di dalam mobil hingga mengalami luka-luka sampai patah kanan tangannya ditabrak kereta api. Penumpang keluar untuk mendorong," ujar Adek.
KA Kuala Stabas S5 yang dikemudikan masinis Lutfi Baskoro bersama asistennya, Zico, tidak dapat menghindari Toyota Agya tersebut.
Kereta kemudian menghantam Agya tersebut dengan benturan keras.