GridOto.com – Memilih mobil baru kini tak lagi sesederhana menentukan mesin bensin atau diesel.
Dalam beberapa tahun terakhir, industri otomotif Indonesia memasuki era multi-powertrain, di mana konsumen dihadapkan pada beragam pilihan teknologi penggerak.
Kalau dulu pilihannya hanya mobil bermesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE), sekarang ada hybrid, plug-in hybrid (PHEV), Battery Electric Vehicle (BEV), hingga Range Extender Electric Vehicle (REEV).
Selain itu, beberapa pabrikan memiliki nama dagangnya masing-masing.
Misalnya saja Chery memakai CSH, Jaecoo menggunakan SHS, BYD mengenalkan DM dan i-DM, Suzuki punya SHVS, dan lain sebagainya.
Akibatnya, tidak sedikit calon pembeli yang mengira teknologi tersebut berbeda jauh, padahal sebagian besar hanya merupakan nama pemasaran dari teknologi yang sebenarnya sudah memiliki klasifikasi internasional.
Menjelang GIIAS 2026, sejumlah merek diprediksi akan membawa model elektrifikasi baru, memahami istilah-istilah tersebut menjadi bekal penting agar tidak salah memilih kendaraan.
Klasifikasi Powertrain
Secara umum, GAIKINDO kini membagi kendaraan penumpang menjadi empat kelompok besar, yakni ICE, Hybrid, Plug-In Hybrid, dan BEV.
Baca Juga: Intip Beda Powertrain Jetour T1 Mesin Bensin Dan Mesin Plug-in Hybrid
Apa saja bedanya?
1. ICE (Internal Combustion Engine)