Setiap akan naik ke atas mobil, mereka secara mandiri mengisi kotak dana di dekat pintu.
Menurut Sugiyatno, uang yang terkumpul dari siswa sepenuhnya digunakan kembali untuk membeli BBM operasional mobil.
"Kan sifatnya memang tidak memaksa, hari ini naik, besok tidak naik, juga tidak masalah. Mengisi Rp 1.000 atau Rp 2.000 juga tergantung siswa," ujarnya.
Sugiyatno mengatakan, selain menjadi bentuk pelayanan prima dan solusi bagi orang tua yang sibuk bekerja, keberadaan mobil antar ini membuat keselamatan siswa lebih terjamin.
Pasalnya, gedung sekolah tersebut tepat berada di tepi jalur arteri Jalan Raya Semarang-Solo yang selalu padat dan ramai kendaraan bertonase besar.
Manfaat ini dirasakan langsung oleh Meila Mumtaza Wahyuni, siswa Kelas IV SD Negeri Bener 01.
Ia mengaku sangat senang dan menikmati fasilitas antar pulang gratis dari gurunya tersebut.
"Selain lebih aman, juga seru karena di mobil bisa ngobrol dengan teman. Kalau naik, saya bayar Rp 2.000," katanya ceria.