Menyentuh Hati, Guru SD di Kabupaten Semarang Patungan Rp 20 Juta Beli Angkot Buat Siswa

By , Senin, 20 Juli 2026 | 08:30 WIB

Angkot berbasis Suzuki Carry Futura yang dibeli Rp 20 juta dari hasil patungan guru SD Negeri Bener 01 Tengaran, kabupaten Semarang, Jawa Tengah untuk antar pulang siswa (Dian Ade Permana/Kompas.com)

"Saya akhirnya dibantu Wali Kelas I, yang sama-sama pukul 10.00 WIB, telah selesai mengajar dan bisa mengantar sekolah. Termasuk juga dari penjaga sekolah yang sering membantu," terang Gani menambahkan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri Bener 01, Sugiyatno, menyampaikan armada pengantar tersebut dari awal bentuknya memang merupakan kendaraan angkutan umum atau angkot.

"Dibeli total Rp 20 juta, termasuk memasang stiker di bodi mobil dan perawatan, dari gotong royong guru," ujarnya merinci anggaran.

Fasilitas unik ini lahir murni dari rasa kepedulian para tenaga pendidik setempat yang rela menyisihkan pendapatan pribadi mereka.

"Mobil tersebut dibeli secara cash, uangnya dari patungan guru-guru, termasuk juga ada yang dari koperasi simpan pinjam, nanti mengangsurnya ke koperasi. Semua dilakukan secara sukarela dan ikhlas," beber Sugiyatno.

Menurutnya, ide pengadaan mobil ini berawal dari survei internal yang dilakukan pihak sekolah satu tahun lalu.

Saat itu, pihak sekolah mendapati fakta banyak orang tua murid yang hanya bisa mengantar ke sekolah saat pagi hari, namun kelabakan kala harus menjemput anak mereka siang harinya.

"Orang tua bekerja jadi tidak bisa menjemput, karena itu kita berkomitmen mengantar siswa pulang dengan mobil tersebut," tutur Sugiyatno.

Baca Juga: Kisah Ibu Guru Dengan Vespa 2-Tak, Berawal Dari Kenangan Bapak

Namun, pihak sekolah memberikan batasan terkait operasional armada angkutan mandiri tersebut.

"Namun kami tegaskan hanya bisa mengantar pulang, kalau menjemput untuk ke sekolah tidak bisa. Ini karena memang keterbatasan sumber daya yang ada," paparnya.

Meski setiap hari setia mengantar siswa pulang, pihak sekolah sama sekali tidak mematok tarif komersial.

Para siswa yang memanfaatkan jasa mobil antar ini cukup membayar seikhlasnya sebagai wujud gotong royong.