Bukan Makin Bertenaga, Ini Alasan Kenapa Oktan BBM Tinggi Tak Selalu Bagus Buat Motor

By , Minggu, 19 Juli 2026 | 22:00 WIB

Ilustrasi isi bensin. (Tribunnews.com)

GridOto.com - Memakai jenis bahan bakar minyak (BBM) yang tepat buat motor, tidak bisa cuma berdasar anggapan kalau semakin tinggi angka oktannya semakin baik.

Pemilik kendaraan perlu menyesuaikan BBM dengan spesifikasi rasio kompresi mesin supaya performa dan keawetan mesin bisa tetap terjaga.

Victor Assani, 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales, menjelaskan cara paling umum untuk mengetahui BBM yang sesuai dengan motor adalah melihat spesifikasi rasio kompresi mesin.

"Ada beberapa tingkatan acuan kompresi yang direkomendasikan. Misal untuk RON 90 itu untuk kompresi 9:1 sampai 10:1, RON 92 di atas 10:1, sampai dengan misal RON 98 diperuntukan kompresi 13:1 ke atas," kata Victor melansir Kompas.com belum lama ini.

Rasio kompresi adalah perbandingan antara volume terbesar dan volume terkecil di dalam ruang bakar.

Semakin tinggi rasio kompresi mesin, semakin tinggi pula angka oktan (RON) BBM yang dibutuhkan agar proses pembakaran berlangsung optimal.

Baca Juga: Baru Tahu, Ternyata Vespa Matic Cocoknya Pakai Bensin Oktan Segini

"Sebenarnya bisa saja menggunakan RON di atas itu. Tapi pasti tidak akan maksimal performanya," kata Victor.

Menurut dia, penggunaan BBM yang tidak sesuai dengan rasio kompresi dapat membuat proses pembakaran di ruang bakar menjadi tidak optimal.

Dampaknya, tenaga mesin menurun dan dalam jangka panjang berpotensi memicu knocking yang kemudian mempercepat keausan komponen mesin.

"Biasanya BBM akan menjadi boros. Lalu ada arah keausan atau kerusakan bagian ring piston, piston, dan silinder," kata Victor dikutip dari Kompas.com.

Ia menambahkan, gejala knocking juga dapat menyebabkan penumpukan karbon dan kerak di ruang bakar.

Karena itu, penggunaan BBM dengan RON lebih tinggi tidak selalu memberikan hasil yang lebih baik jika tidak sesuai dengan kebutuhan spesifikasi mesin.