Namun, AMT tersebut menegaskan para sopir tidak menghentikan pekerjaan secara bersama-sama.
Ia bahkan mempertanyakan keputusan mendatangkan awak tangki tambahan dari daerah lain serta melibatkan personel TNI untuk membantu distribusi.
Menurut versinya, jumlah pengemudi yang tersedia masih mencukupi.
Pertamina juga membantah adanya aksi mogok.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi menjelaskan, perusahaan sedang melakukan pembenahan pada pengelolaan transportasi.
Langkah tersebut mencakup pembinaan dan penyesuaian terhadap AMT yang dinilai belum memenuhi standar kinerja atau persyaratan.
"Memang ada pembenahan manajemen di transportasi, tetapi tidak dalam konteks PHK massal. Jadi ada beberapa yang dilakukan pembinaan sopir-sopir mobil tangki yang kurang perform, kemudian ada beberapa yang secara performance-nya tidak memenuhi persyaratan, itu kita lakukan penyesuaian," jelas Sunardi disitat dari Tribun-Medan.com.
Dengan demikian, baik sopir maupun Pertamina sama-sama membantah adanya mogok kerja.
Perbedaan keterangan muncul terkait penyebab belum lancarnya penyaluran BBM ke SPBU.
Baca Juga: Optimalkan Distribusi BBM, Pertamina Tambah Armada Truk Tangkinya
AMT tersebut mengklaim stok BBM di depot tersedia dan ratusan truk tangki dalam kondisi siap beroperasi.
Ia menduga persoalan terjadi pada jumlah BBM subsidi yang dialokasikan ke sejumlah SPBU.