Bukan Karena PHK Massal, Pertamina Bongkar Alasan Asli BBM Langka di Sumut

By , Kamis, 16 Juli 2026 | 19:05 WIB

Antre BBM di SPBU Jalan Gatot Subroto Medan, Selasa (14/7/2026). ((TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan))

GridOto.com - Viral kabar Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dikaitkan sebagai penyebab kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU Sumatera Utara.

Pertamina sempat berdalih kelangkaan dan antrean panjang pembelian BBM di sejumlah SPBU tersebut dipicu kebutuhan pascalibur sekolah.

Terkini, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut membantah kabar viral tersebut.

Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menjelaskan terkait pembenahan yang dilakukan hanya berupa evaluasi terhadap awak mobil tangki yang dinilai tidak memenuhi persyaratan maupun memiliki kinerja kurang baik.

“Memang ada pembenahan manajemen di transportasi, tetapi tidak dalam konteks PHK massal. Jadi ada beberapa yang dilakukan pembinaan sopir-sopir truk tangki yang kurang perform, kemudian ada beberapa yang secara performance-nya tidak memenuhi persyaratan, itu kita lakukan penyesuaian,” kata Sunardi, Rabu (15/7/2026).

Ia juga membantah isu yang beredar di media sosial terkait adanya mogok kerja sopir mobil tangki.

“Yang berkembang di dunia maya, di dunia medsos, bahwa ada isu-isu mogok sopir dan lain sebagainya. Kami sampaikan kepada masyarakat bahwa kondisinya tidak ada terjadi pemogokan sopir mobil tangki,” ujarnya.

Untuk mengatasi keterlambatan distribusi BBM, Pertamina telah mendatangkan 41 awak truk tangki dari luar wilayah Sumbagut.

Baca Juga: Heboh Prajurit TNI Sopir Truk Tangki BBM Pertamina, Mensesneg Ungkap Alasannya

Selain itu, jumlah armada juga diperkuat dengan penambahan truk tangki spot charter.

“Untuk shortage-nya ini, kita lakukan perbantuan awak truk tangki dari luar daerah Sumbagut. Ada kurang lebih sekarang itu ada 41 perbantuan yang sudah didatangkan ke Sumbagut. Kemudian yang kedua, kita menambah tonase truk tangki." tambahnya.

Menurut Sunardi, hingga Selasa malam distribusi BBM ke SPBU mencapai sekitar 6.000 kiloliter atau meningkat dibandingkan kondisi normal yang berkisar 5.400 kiloliter per hari.

“Per tadi malam juga, kita sudah melakukan delivery ke SPBU kurang lebih ada 6.000 KL. Dari kondisi normal 5.400, jadi ada kenaikan kurang lebih 40 persen. Ini untuk upaya kami merecovery stok yang ada di SPBU,” ujarnya.

Ia memastikan stok BBM di Fuel Terminal (FT) Medan dalam kondisi aman.

“Posisinya sekarang di FT Medan khususnya, kondisinya sangat aman. Pertalite ada 16 hari, kemudian untuk Biosolar itu tujuh hari namun kapal hari ini masuk. Kemudian untuk Pertalite besok ada kapal 32.000 KL masuk,” katanya.

Sunardi mengatakan, operasional distribusi BBM di Medan Group hingga kini tetap berjalan.

Untuk mempercepat distribusi, Pertamina juga mendapat dukungan dari TNI melalui personel Bekang yang memiliki kemampuan mengemudikan truk tangki.

Baca Juga: Kasus Fraud Terungkap, Pertamina PHK Awak Truk Tangki BBM di Tuban

“Kondisinya operasional di Medan Grup masih berjalan dengan baik. Memang secara retase ada mengalami penurunan, makanya itu kita back up dengan penambahan mobil tangki spot charter plus dengan mendatangkan awak truk tangki tambahan dari daerah lain,” ujarnya.

“Dan untuk men-smoothing kelancaran distribusi mobil tangki, kami juga di-back up oleh kawan-kawan dari TNI, dari Bekang yang punya kemampuan nyetir juga.

Nah, ini untuk memastikan perputaran mobil tangki supaya cepat balik ke depo. Dan ini menjadi upaya-upaya kami untuk bagaimana mempercepat pemulihan suplai di SPBU,” sambungnya.

Pertamina menargetkan distribusi BBM di Sumatera Utara kembali normal dalam dua hari ke depan.

“Kami mengimbau jangan panic buying. Karena kalau panic buying, pasti antreannya akan panjang.

Kami memberikan operasional mungkin nanti satu-dua hari harapannya stok di SPBU kita sudah mulai kita lakukan pemulihan.

Dan masyarakat kami himbau tenang, insyaallah kami akan bisa penuhi untuk kebutuhan dalam jangka waktu dua-tiga hari ini. Mungkin sampai Sabtu kira-kira sudah bisa normal kembali,” tutup Sunardi.

Antrean panjang masih terjadi hampir di seluruh SPBU karena keterlambatan pendistribusian BBM dari Pertamina.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindang ESDM) Sumut Dedi Jaminsyah mengatakan, Pemprov Sumut melakukan koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga Region Sumbagut untuk memastikan distribusi BBM berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.