“Per tadi malam juga, kita sudah melakukan delivery ke SPBU kurang lebih ada 6.000 KL. Dari kondisi normal 5.400, jadi ada kenaikan kurang lebih 40 persen. Ini untuk upaya kami merecovery stok yang ada di SPBU,” ujarnya.
Ia memastikan stok BBM di Fuel Terminal (FT) Medan dalam kondisi aman.
“Posisinya sekarang di FT Medan khususnya, kondisinya sangat aman. Pertalite ada 16 hari, kemudian untuk Biosolar itu tujuh hari namun kapal hari ini masuk. Kemudian untuk Pertalite besok ada kapal 32.000 KL masuk,” katanya.
Sunardi mengatakan, operasional distribusi BBM di Medan Group hingga kini tetap berjalan.
Untuk mempercepat distribusi, Pertamina juga mendapat dukungan dari TNI melalui personel Bekang yang memiliki kemampuan mengemudikan truk tangki.
Baca Juga: Kasus Fraud Terungkap, Pertamina PHK Awak Truk Tangki BBM di Tuban
“Kondisinya operasional di Medan Grup masih berjalan dengan baik. Memang secara retase ada mengalami penurunan, makanya itu kita back up dengan penambahan mobil tangki spot charter plus dengan mendatangkan awak truk tangki tambahan dari daerah lain,” ujarnya.
“Dan untuk men-smoothing kelancaran distribusi mobil tangki, kami juga di-back up oleh kawan-kawan dari TNI, dari Bekang yang punya kemampuan nyetir juga.
Nah, ini untuk memastikan perputaran mobil tangki supaya cepat balik ke depo. Dan ini menjadi upaya-upaya kami untuk bagaimana mempercepat pemulihan suplai di SPBU,” sambungnya.
Pertamina menargetkan distribusi BBM di Sumatera Utara kembali normal dalam dua hari ke depan.
“Kami mengimbau jangan panic buying. Karena kalau panic buying, pasti antreannya akan panjang.
Kami memberikan operasional mungkin nanti satu-dua hari harapannya stok di SPBU kita sudah mulai kita lakukan pemulihan.
Dan masyarakat kami himbau tenang, insyaallah kami akan bisa penuhi untuk kebutuhan dalam jangka waktu dua-tiga hari ini. Mungkin sampai Sabtu kira-kira sudah bisa normal kembali,” tutup Sunardi.