Presiden Prabowo Percaya Diri, Yakin 3 Tahun Lagi Punya BBM Dari Singkong dan Sorgum

By , Selasa, 14 Juli 2026 | 13:45 WIB

Presiden Prabowo Subianto melihat contoh Biodiesel B50 saat peluncuran di rest area KM 57 tol Jakarta-Cikampek, kabupaten Karawang, Jawa Barat, (9/7/26) (Pertamina)

GridOto.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rasa percaya dirinya saat pidato di Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Jakarta Pusat, (12/7/26).

Prabowo yakini dalam 3 sampai 4 tahun lagi Indonesia bisa memproduksi BBM dari singkong, jagung dan sorgum.

Menurut Prabowo, pengembangan bioetanol dari tanaman tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.

"Profesor-profesor kita sekarang sedang mengembangkan bensin dari kelapa sawit. Ethanol dari singkong, dari jagung, dari sorghum," tutur Prabowo dikutip dari Kompas.com.

Ia mengatakan pemerintah berharap dalam beberapa tahun ke depan Indonesia tidak lagi bergantung pada impor BBM.

"Jadi saya harap dalam 3 - 4 tahun lagi kita nanti juga bisa menghasilkan bensin dari tanaman," yakin Prabowo.

Menurut dia, keberhasilan memproduksi BBM dari tanaman akan membuka pasar baru bagi hasil pertanian dalam negeri.

Baca Juga: Presiden Prabowo Ajak Bersyukur, Sebut Indonesia Bisa Membuat BBM Dari Jagung dan Tebu

"Berarti petani singkong akan hidup makmur. Petani jagung akan hidup makmur. Petani-petani di seluruh Indonesia akan berbuat yang terbaik untuk bangsa dan untuk keluarganya sendiri," ujarnya.

Prabowo juga menyinggung capaian pemerintah di sektor energi dengan peluncuran biodiesel B50 yang menggunakan campuran 50 persen minyak sawit.

"Baru beberapa hari yang lalu, kita launching B50, solar 50 persen dari kelapa sawit. Petani kelapa sawit ada di Indonesia. Minyak kelapa sawit di Indonesia. Mulai bulan ini, kita tidak import lagi solar dari luar negeri," ucapnya.

Selain itu, Prabowo mengeklaim Indonesia telah mencapai swasembada pangan pada tahun pertama pemerintahannya.

Dia mengatakan, dengan hadirnya B50, maka Indonesia sudah tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri.