GridOto.com - Proyek tol Jogja-Solo paket 2.2 yang melinatas dari Tirtoadi hingga Trihanggo, Sleman sepanjang 3,2 kilometer sudah mencapai 86 persen.
Jalan bebas hambatan pertama yang dibangun melayang (elevated) di Daerah Istimewa Yogyakarta ini ditargetkan beres pada bulan Agustus 2026.
Pejabat Humas PT Adhikarya, Agung Murhandjanto mengatakan saat ini pekerjaan sedang difokuskan pada pemasangan girder atau balok penyangga di kawasan Ring Road Trihanggo.
Pascapemasangan girder untuk ramp on selesai, tim saat ini tengah mengebut penyelesaian girder untuk ramp off.
"Progesnya sekarang sudah 86 persen secara prosentase. Fokus yang digarap di Ring Road itu pemasangan girder. Kalau ramp on sudah selesai girder-nya, ini ramp off untuk turunnya, kita selesaikan," ujar Agung, Sabtu (11/7/2026).
Kehadiran jalan tol di kawasan Ringroad Trihanggo ini menjadi sejarah baru, karena merupakan jalan bebas hambatan pertama yang dibangun dengan perpaduan konstruksi at grade dan melayang di wilayah DIY.
Sebelumnya, jalan tol di Yogyakarta memang telah dibangun di sisi timur sampai Gerbang Tol Purwomartani, namun masih menggunakan konstruksi at grade atau timbunan di atas permukaan tanah.
Baca Juga: Ganjil-Genap Bakal Diberlakukan di Jalan Tol, Ini Tanggapan Jasa Marga
Sedangkan di Ringroad Sleman, tol dibangun melayang.
Agung mengatakan, untuk ramp on (jalur masuk tol) sisi selatan, akses dapat dari arah timur, sementara untuk ramp off (jalur keluar tol) berada di sisi seberangnya.
Sedangkan dibagian tengah merupakan main road menuju timur arah Solo.
Menariknya, desain gerbang tol Jogja-Solo paket 2.2 ini mengadopsi kearifan lokal dengan menampilkan atap berbentuk siluet situs Keraton Ratu Boko.