GridOto.com - Viral kejadian petugas SPBU mendahulukan isi Pertalite ke jeriken daripada Ambulans.
Diketahui peristiwa ini terjadi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Simpang Gambus, Limapuluh, Kabupaten Batubara.
Dalam video tersebut memperlihatkan seorang pria sedang mengisi dua jeriken bahan bakar (BBM) jenis pertalite.
Sehingga, sopir ambulans tersebut mengaku terhambat atas peristiwa itu.
Belakangan diketahui, sopir ambulans tersebut bernama Junaidi, warga Sunggal, Kota Medan.
"Diutamakan, jeriken daripada ambulans. Ini ya, petugasnya diam saja. Oke ya, pertalite ini, petugasnya diam saja," ujar Junaidi sembari merekam aktivitas pengisian bahan bakar tersebut.
Melihat Junaidi merekam, petugas pom bensin tersebut ikut merekamnya kembali.
"Pertalite, ha itu bapak itu. Aslikan, nampaklah mukanya pak. Ha ini muka bapak ini, mengisi langsung ke jeriken yakan. Oke," katanya.
Baca Juga: Heboh Kabar Beli Pertalite Wajib Lunas Pajak Kendaraan, Pertamina Bilang Begini
Terlihat juga selain dua jeriken yang sedang diisi tersebut, terpantau ada satu motor lainnya yang ikut mengantri membawa jeriken.
Sementara itu, Muhammad Raudatunnur operator yang langsung berhadapan dengan sopir ambulans tersebut mengaku, pembelian jeriken tersebut menggunakan surat rekomendasi dari pemerintahan.
"Itu sudah sesuai dengan prosedur, sudah ada suratnya. Sedang mengisi sudah setengah, setelah itu masuk lah ambulan," kata Muhammad Raudatunnur, operator SPBU melansir tribun-medan.com, Jumat (10/7/2026).
Katanya, karena ada datang ambulans tersebut, pengisian diberhentikan sementara dan diberikan ke Ambulans tersebut.
"Kami tawari dan dia bilang saya punya barcode sendiri kok. Dibilangnya begitu. Kemudian dia mau mengisi Rp 100 ribu," terangnya.
Kemudian, setelah dilanjut mengisi, kemudian supir ambulans tersebut langsung keluar mengambil ponsel dan merekam aktivitas tersebut.
"Biar viral Kelen, biar viral Kelen. Mereka itu, dari dinas terkait. Misalnya, kalau dia petani, ke dinas pertanian, kemudian kalau dia nelayan, meminta ke dinas perikanan," ujarnya.
Baca Juga: Dianjurkan Pakai Bensin RON 95, Ini Efek Vespa Matic Dikasih Minum Pertalite
Ia mengaku kecewa karena video tersebut hanya menyebarkan informasi satu pihak.
"Padahal, kalau mereka membeli dengan surat, nanti dinas terkait yang akan mengeluarkan barcode nya. Kebutuhan pertanian atau kebutuhan perikanan," ujarnya.
Kendati begitu, pihak kepolisian melalui Satreskrim Polres Batubara diharapkan dapat memberikan pengawasan ketat terhadap pembelian menggunakan jeriken.
Sebab, dikhawatirkan terjadinya penyalahgunaan subsidi pemerintah dengan alasan pembelian menggunakan surat rekomendasi dari pemerintahan.