GridOto.com - Usulan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) terkait tarif langganan bus TransJakarta Rp 200.000 per bulan disetujui banyak penggunanya.
Menurut mereka, kebijakan itu dapat menghemat biaya transportasi, terutama bagi pekerja yang setiap hari mengandalkan Transjakarta.
Salah satu penumpang, Gita (27), mengatakan dirinya sangat setuju dengan usulan itu.
Sebab, pekerjaannya mengharuskannya berpindah-pindah lokasi sehingga hampir setiap hari menggunakan Transjakarta.
"Setuju banget. Karena memang aku kerjanya moving, berpindah-pindah dan memang setiap kemana-mana naiknya Transjakarta. Jauh lebih hemat kalau benar terjadi," kata Gita saat berbincang, (8/7/26) dilansir dari Kompas.com.
Selama ini, Gita mengaku menghabiskan hampir Rp 300.000 setiap bulan hanya untuk ongkos Transjakarta.
Jika benar terealisasikan, pengeluaran bulannya sudah pasti berkurang.
"Biasanya sebulan itu ngisi hampir Rp 300.000 kalau dikasih tarif Rp 200.000 sebulan amat sangat untung jadi enggak bikin kantong jebol," harap Gita agar usulan itu terwujud.
Di sisi lain, Gita juga tidak mempermasalahkan tarif reguler Transjakarta naik.
Pasalnya, tarif Transjakarta sudah bertahun-tahun tidak mengalami kenaikan.
Baca Juga: Persiapan Tarif Transjakarta Diusulkan Naik Jadi Rp 5 Ribu, Jaklingko Ikut Berbayar
"Kalau pun tarif Transjakarta naik, saya terima. Karena dari saya SMP masih Rp 3.500 aja itu," tutur Gita.
Hal senada disampaikan pengguna lainnya, Fatimah (33).
Ia mengaku akan langsung mendaftar jika paket langganan Rp 200.000 per bulan benar-benar diterapkan.
"Kalau ada paket langganan Rp 200.000 sepertinya aku orang yang pertama daftar kak," tutur Fatimah dengan semangat.
Fatimah bercerita, setiap hari ia berangkat dari rumahnya di Jakarta Barat menuju kantor di Jakarta Pusat menggunakan dua layanan Transjakarta, yakni BRT dan non-BRT.
"Aku naik BRT terus nyambung Non BRT. Nah biasanya kalau tap di BRT Rp 3.500 pas nyambung ke Non BRT bayar lagi Rp 3.500. Hitung aja satu kali perjalanan aku bisa Rp 7.000 dikali pulang habis Rp 14.000. Jauhnya hemat," sebutnya
Dengan biaya tersebut, Fatimah mengaku harus mengeluarkan sekitar Rp 350.000 per bulan untuk transportasi menuju tempat kerja, dengan asumsi 25 hari kerja.
Karena itu, ia mendukung jika paket langganan senilai Rp 200.000 per bulan diterapkan.
"Sebulan buat Transjakarta aja Rp 350.000 jadi kalau cuma daftar paket Rp 200.000 aku milih itu," ucap Fatimah.
Sementara itu, penumpang lainnya, Salma Fauziah (25), juga mengaku menyambut baik wacana tarif langganan tersebut.
Baca Juga: Tarif TransJakarta Diusulkan Naik Jadi Rp5.000, DTKJ Klaim Justru Lebih Murah
Menurut dia, skema berlangganan akan membantu masyarakat yang rutin menggunakan Transjakarta setiap hari untuk bekerja maupun beraktivitas.
"Setuju-setuju aja. Asumsinya pemerintah ngasih usulan biasanya ada opsi jauh lebih murah," katanya.
Salma berharap usulan tersebut dapat segera direalisasikan.
Menurut dia, uang yang dihemat dari biaya transportasi bisa digunakan untuk kebutuhan lain.
"Bisa buat langganan bulan depannya. Soalnya kerja uangnya habis sama ongkos," tutur Salma.
Sebelumnya, Ketua DTKJ periode 2026-2028 Sugihardjo mengusulkan ada paket Rp 200.000 per bulan untuk pengguna Transjakarta.
Skema tersebut diusulkan bersamaan dengan rencana penyesuaian tarif reguler Transjakarta menjadi Rp 5.000 untuk layanan BRT, non-BRT, dan Mikrotrans yang terintegrasi.
"Nah kita mendorong tarif langganan. Kan di luar negeri banyak tuh langganan," terang Sugihardjo usai dilantik Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, (3/7/26) disitat dari Kompas.com.
Dengan skema tersebut, pengguna akan memperoleh potongan biaya dibandingkan jika membayar tarif harian.
Perhitungan tarif langganan didasarkan pada asumsi pengguna melakukan perjalanan pulang pergi selama 25 hari kerja dalam sebulan.
"Jadi kalau orang yang bekerja kan kita hitungannya sehari sebulan kan 25 hari kerja kan. Nah itu kan tarifnya mestinya kalau Rp 5.000 berangkat, Rp 5.000 pulang, udah Rp 10.000. Kan jadi kali 25 berapa? Rp 250.000," kata Sugihardjo.
Dari perhitungan tersebut, DTKJ mengusulkan agar pengguna yang memilih paket langganan memperoleh diskon sebesar 20 persen.