GridOto.com - Trubus Rahadiansyah selaku Pengamat Kebijakan Publik meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membina Pak Ogah supaya menjadi petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).
Alasannya, Pak Ogah cukup berjasa dalam membantu masyarakat khususnya ketika lalu lintas sedang semerawut.
“Kalau saya itu, Pak Ogah-Pak Ogah itu direkrut saja oleh Pemprov. Dijadikan seperti itu loh yang tim oranyenya itu loh. Seperti tim oranyenya, PPSU,” kata Trubus melansir Kompas.com pada Jumat (10/7/2026) malam.
“Nah, orang-orang itu dijadikan seperti itu. Digaji UMP saja, UMP ya, UMP,” sambungnya.
Trubus menilai, Pemprov DKI sangat bisa membina mereka bahkan memberikan semacam pelatihan hingga menjadi Pak Ogah yang resmi dan tidak meminta kepada pengendara.
“Jadi setiap tikungan, tapi tikungan yang padat dipilih nanti titik-titiknya. Terus nanti supaya dia tidak malak, yang penting diawasi kan,” tuturnya.
Baca Juga: Ratusan Pak Ogah di Surabaya Diratakan Polisi, Imbas Kasus Patahkan Spion Mobil Viral
Lebih lanjut, Trubus menilai langkah ini bisa menjadi solusi Pak Ogah agar bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dan mendapatkan gaji atau insentif dari pemerintah.
“Pokoknya dikaji statusnya, karena dia digaji berarti harus tanggung jawab. Tanggung jawab ini karena kan Pak Ogah ini kan bagaimana ya, menurut saya sih lebih kepada karena minimnya lapangan pekerjaan, mereka butuh makan,” jelas Trubus.
Soal insentif, Trubus menyebut pemerintah bisa mendapatkannya misalnya dengan bekerja sama dengan stakeholder terkait.
Ia mencontohkan, Pak Ogah yang kerap mengatur lalu lintas di perlintasan rel kereta, bisa bekerja sama dengan PT KAI.
“Kalau dia Pak Ogah yang khusus di rel kereta misalnya, portal-portal itu. Lah, itu Pemprov bisa kerja sama dengan kereta api kan,” ucapnya.